Limpa adalah organ kecil yang terletak tepat di bawah tulang rusuk sebelah kiri. Umumnya berukuran sebesar kepalan tangan, tapi kondisi tertentu bisa membuatnya mengalami pembengkakan yang disebut dengan splenomegali. Bagaimana gejalanya?

Limpa termasuk organ yang lembut dan berbentuk seperti spons yang melakukan beberapa fungsi kritis serta mudah mengalami kerusakan. Fungsi dari limpa ini sendiri adalah:

  1. Mengeluarkan dan menghancurkan sel darah yang sudah tua dan rusak.
  2. Memainkan peran yang penting dalam mencegah infeksi dengan menghasilkan sel-sel darah putih (limfosit) dan bertindak sebagai batas pertahanan pertama dalam melawan patogen yang menyerang.
  3. Menyimpan sel-sel darah merah dan trombosit, yaitu sel-sel yang membantu penggumpalan darah.
  4. Kemungkinan bertindak sebagai perantara antara sistem kekebalan tubuh dan otak.

Pembengkakan limpa umumnya tidak menunjukkan gejala. Tapi dalam beberapa kasus ada beberapa gejala yang dirasakan seperti:

  1. Sakit atau perasaan penuh di bagian kiri atas perut yang bisa menyebar ke bahu kiri
  2. Mengalami kurang darah atau anemia
  3. Gampang kelelahan
  4. Mudah mengalami infeksi dan perdarahan

Efek yang terjadi pada limpa ada yang bersifat sementara tapi ada juga yang jangka panjang tergantung dari seberapa baik perawatan yang diterima. Beberapa faktor diketahui bisa menyebabkan pembengkakan limpa, seperti dikutip dari Mayo Clinic, Senin (25/4/2011) yaitu:

  1. Infeksi virus, seperti mononukleosis
  2. Infeksi bakteri, seperti sifilis atau infeksi pada lapisan dalam jantung (endocarditis)
  3. Infeksi parasit, seperti malaria
  4. Sirosis dan penyakit lain yang mempengaruhi hati
  5. Berbagai jenis anemia hemolitik, yaitu kondisi yang ditandai dengan kerusakan dini sel-sel darah merah
  6. Kanker darah seperti leukemia dan kanker limfoma seperti penyakit Hodgkin
  7. Gangguan metabolik seperti penyakit Gaucher dan penyakit Niemann-Pick
  8. Adanya tekanan pada pembuluh darah vena di limpa, hati atau gumpalan darah di pembuluh darah
  9. Trauma seperti cedera selama kontak olahraga atau terkena pukulan.

Limpa yang membesar akan mempengaruhi masing-masing fungsi vital, misalnya mengalami gangguan dalam menyaring sel-sel darah merah, mengurangi jumlah sel-sel sehat dalam aliran darah bahkan hingga merusak organ lain.

Komplikasi lain yang berpotensi terjadi jika limpa mengalami pembengkakan seperti:

  1. Infeksi, hal ini karena limpa yang membengkak akan mengurangi jumlah sel darah merah yang sehat, trombosit dan sel darah putih dalam aliran darah, sehingga mudah terkena infeksi.
  2. Mengalami anemia dan meningkatkan terjadinya perdarahan.
  3. Limpa pecah, limpa yang sehat cenderung mudah rusak terutama dalam kecelakaan mobil. Tapi bila limpa mengalami pembengkakan maka kemungkinannya jauh lebih besar. Jika limpa pecah bisa menyebabkan perdarahan yang mengancam nyawa.

Perawatan yang diberikan bisa berupa radiasi untuk mengecilkan limpa, tapi jika menyebabkan komplikasi serius maka operasi pengangkatan limpa (splenektomi) bisa menjadi pilihan. Seseorang bisa tetap aktif meski tanpa limpa, tapi harus berhati-hati dan menjaga pola hidup karena lebih rentan terkena infeksi.

REKOMENDASI PENGOBATAN 

Minum Teh Hitam Ou tea Untuk Mencapai Kesembuhan Total..

KESAKSIAN SESEORANG SEMBUH SETELAH MENGKONSUMSI / MINUM OU TEA :

LIMPA BENGKAK
Nama         : Diah Suhartini
Alamat       : Jl Kaliurang Km 7 Condong catur Sleman Yogyakarta
Telp          : (0274) 886 218

Sekitar bulan April 2004 saya periksa ke dokter Nyoman karena perut saya terasa keras sekali, setelah tes USG, diketahui limpa saya membengkak , dan saya diberi obat. Tetapi pada bulan Mei 2004, saya masuk rumah sakit ditangan oleh dokter Parjono (spesialis darah), dari hasil lab menunjukkan HB saya 4 (normalnya 12), Leukosit saya 600.000 (normalnya 4000). Saya harus tranfusi darah. Setelah selesai dari rumah sakit saya kuliah lagi. Pada bulan Februari 2005, saya drop lagi dan masuk rumah sakit lagi, bahkan limpa saya makin besar, dokter memberi suntikan kemoterapi dan saya harus tranfusi darah lagi. Setelah keluar dari rumah sakit, saya coba pengobatan alternative tetapi HB saya masih 7 dan leukosit saya masih tinggi, akhirnya saya masuk rumah sakit lagi samapi 3 kali yaitu pada bulan Juli, Oktober dan November. Badan saya kurus sekali dan saya hanya bias tiduran dirumah. Suatu malam ada pertemuan Outea dirumah om saya. Saya ikut dan disuruh minum outea oleh mbak Yeni. Setelah minum ternyata badan saya terasa segar, saya teruskan untuk minum outea setiap hari 9 gelas. Setelah beberapa hari minum, hasilnya luar biasa, saya cek di lab HB saya sudah normal (12) dan leukosit saya sudah turun. Terima kasih Tuhan terima kasih Ou tea. Dahsyat!!!

5 responses »

  1. Suraya says:

    Outea bisa ga dikonsumsi oleh anak umur 1.5 thn. Ada ga efek sampingnya ke ginjal???

  2. CABANG PERUSAHAAN :

    WILAYAH DEPOK

    Tri Agung Pamungkas, SH.

    Komplek BPK V Gandul Blok G – 5, Kec: Cinere, Kota: Depok

    Telp : 0217541274

    Phone Celluar : 085781192503 dan 081391496898

    WILAYAH TANGGERANG

    Drs Suratno Ks, Msi.

    Jl. Surya Kencana No.1 Pamulang-Tangerang Selatan

    Phone Celluar : 081315645343

  3. dias says:

    kalau dipekanbaru ada nggak cabangnya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s