Duha dan TahajudJika anda pernah bertanya, Bagaimana agar rezeki kita dimudahkan? Adakah ibadah yang memperlancar datangnya rezeki? Maka jawaban yang tepat adalah “Ada dan shalat dhuha adalah jawabannya”. Ya, shalat dhuha adalah rahasianya. Shalat ini adalah shalat yang dianjurkan oleh Allah dan Rasulullah Saw. Bahkan beliau berpesan 3 hal, yaitu : berpuasa tiga hari pada tiap-tiap bulan, menjalankan 2 rakaat shalat dhuha, dan untuk mengamalkan shalat witir sebelum tidur.” (HR Bukhari dan Muslim).
Shalat dhuha akan menjadi senjata kita dalam mengatasi semua permasalahan. Selain itu, shalat ini merupakan anak tangga yang dapat membuka pintu-pintu rezeki dari-Nya. Dalam kitab ‘An Nurain’Rosulullah bersabda: “Dua rekaat shalat dhuha dapat menarik rezeki dan menolak kefakiran”.
Yang dimaksud rezeki dalam hadits ini bukan berarti hanya materi. Namun lebih dari itu, rezeki adalah kenikmatan yang sesuai dengan keadaan yang sedang kita alami. Rezekinya orang yang belum mendapat jodoh adalah mendapatkan jodohnya, rezekinya orang yang sedang tertimpa hutang adalah terlepas dari hutangnya, rezekinya orang yang masih menganggur adalah mendapatkan pekerjaan, dll. Rasulullah bersabda di dalam Hadist Qudsi, “Allah Swt. berfirman, “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat shalat dhuha, karena dengan shalat tersebut, Aku cukupkan kebutuhanmu pada sore harinya.” (HR Hakim dan Thabrani)
Dengan gamblang, hadits tersebut memberikan gambaran kepada kita, bahwasanya Allah merupakan Dzat yang maha Penyayang dan Maha Pemberi rezeki. selain itu, hadits ini juga membuktikan bahwa Allah tidak pernah melupakan hamba-Nya. Terbukti Dia telah menyediakan fasilitas shalat Dhuha khusus bagi hamba-Nya agar rezeki dapat tercurah. Itulah bukti bahwa Allah sangat sayang kepada kita seba. Dalam kitab suci al-Qur’an, Allah berfirman:
وَ اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَ الصَّلاَةِ
Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat.” (QS. al-Baqarah: 45)
Pada dasarnya, Allah Swt. telah menjamin rezeki kepada setiap makhluk yang hidup di dunia ini. Dia tidak pernah rela membiarkan makhluk-Nya kelaparan pada setiap harinya. hal ini tidak semata-mata diberikan kepada manusia, akan tetapi Allah juga mencukupkan kebutuhan hewan melata maupun hewan yang bebas terbang di atas awan sekalipun. Oleh karenanya, sebagai makhluk Allah, selayaknya kita tidak perlu khawatir akan kekurangan rezeki. Karena Allah Swt. telah menjamin rezeki hamba-Nya. Bahkan, orang-orang ateis sekalipun tak lepas dari kelimpahan rezeki dari Allah dan tak jarang dari mereka mendapatkan rezeki yang ‘lebih’ daripada kebanyakan orang.
Namun, untuk mendapatkan rezeki tersebut setiap makhluk memang diwajibkan berikhtiar (usaha). Dalam sebuah hadits, Rasulullah pernah bersabda, ”Berpagi-pagilah dalam mencari rezeki dan kebutuhan, karena pagi hari itu penuh dengan berkah dan keberhasilan.” (HR. Thabrani dan Barra’), kemudian di lain riwayat, Rasulullah juga pernah bersabda, “Sesungguhnya Allah suka melihat hamba-Nya bersusah payah dalam mencari rezeki yang halal”. (HR. Dailami)
Marilah kita belajar kepada ayam dan burung yang selalu berusaha di waktu pagi. mereka keluar dari sarangnya untuk mencari makan sampai sore hari. Itulah bukti terkecil bahwa setiap makhluk memang diwajibkan berikhtiar . Bila burung dan ayame dapat berikhtiar dan mendapatkan rezekinya dengan baik, semestinya kita mampu berikhtiar dan mendapatkan rezeki dengan lebih baik lagi, karena jelas manusia lebih unggul daripada binatang. Ia mempunyai ‘mukjizat’ yang tidak di miliki oleh makhluk selainnya berupa akal yang dapat digunakannya untuk berpikir dalam berikhtiar dan mendapatkan rezeki. Tidak seperti burung dan ayam yang hanya mengandalkan insting dan kekuatannya untuk mendapatkan rezeki.
Dalam berikhtiar , kita juga di tuntut untuk berdoa dengan maksud agar diberikan kemudahan dan keberkahan oleh Allah, sebagaimana firman-Nya dalam kitab suci al-Qur’an:
ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لاَيُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ وَلاَتُفْسِدُوا فِي اْلأَرْضِ بَعْدَ إِصْلاَحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا إِنَّ رَحْمَتَ اللهِ قَرِيبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِينَ
Mohonlah (berdoalah) kamu kepada Tuhanmu dengan cara merendahkan diri dan cara halus, bahwasannya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas, dan janganlah kamu berbuat kebinasaan di bumi (masyarakat) setelah Dia baik, dan mohonlah (berdoalah) kamu kepada Allah dengan rasa takut dan loba (sangat mengharap), bahwasannya rahmat Allah itu sangat dekat kepada orang-orang yang ihsan (Iman kepada Allah dan berbuat kebajikan).” (QS. al-A’raf : 55-56)
Agar rezeki dapat tercurah tidak cukup hanya dengan mengandalkan ikhtiar yang bertumpu pada kekuatan fisik, namun lebih dari itu kita diwajibkan untuk berdoa atau istilahnya ikhtiar hati. Karena dengan jalan inilah ikhtiar yang setiap harinya kita lakukan dapat menjadi lebih powerfull. Berdoa atau ikhtiar hati ini nantinya dapat lebih mendekatkan diri kita kepada Allah Yang Maha Kuasa. Jika kita melakukan hal ini, maka pastinya Allah akan memudahkan setiap ikhtiar (usaha) yang kita lakukan.
Shalat Dhuha merupakan ikhtiar hati yang khusus dianjurkan oleh Rasulullah Saw. sebagai pembuka pintu rezeki. Rasulullah Saw. menganjurkan kepada pengikutnya supaya sebelum melakukan aktifitas hendaklah mereka mengerjakan shalat Dhuha terlebih dahulu. Apa pun aktifitas yang dikerjakan bila didahului dengan shalat Dhuha, maka pastilah akan menjadi lebih mudah karena Dhuha merupakan media meminta kelancaran rezeki kepada Sang Penyebar Rezeki.
Shalat Dhuha yang dikerjakan ini dapat menurunkan rezeki yang masih digantungkan di langit, mengeluarkan rezeki yang ada di dalam bumi, mempermudah rezeki yang sulit, menarik rezeki yang jauh menjadi dekat, dan melipatkan rezeki yang masih sedikit.

Cara Melaksakan Shalat Dhuha :

Shalat Dhuha minimal dua rakaat dan maksimal duabelas rakaat, dilakukan secara Munfarid ( tidak berjamaah ), caranya sebagai berikut:

  • Niat didalam hati berbarengan dengan Takbiratul Ihram
  • Aku niat shalat sunah Dhuha karena Allah”
  • Membaca doa Iftitah
  • Membaca surat al Fatihah
  • Membaca satu surat didalam Alquran.Afdholnya rakaat pertama surat Asysyams dan rakaat kedua surat Allail
  • Ruku’ dan membaca tasbih tiga kali
  • I’tidal dan membaca bacaanya
  • Sujud pertama dan membaca tasbih tiga kali
  • Duduk diantara dua sujud dan membaca bacaannya
  • Sujud kedua dan membaca tasbih tiga kali
  • Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian   Tasyahhud akhir setelah selesai maka membaca salam dua kali. Rakaat-rakaat selanjutnya dilakukan sama seperti contoh diatas.

Download Hadits Digital……………………….……….…….…….Klik Disini

Download Al-Qur’an Digital………………….…….………………Klik Disini

Membuka Password Download : triagung86

LAYANAN INFORMASI KESEHATAN DAN BISNIS ONLINE 

INFORMASI KESEHATAN KLIK LINK DI BAWAH INI :

  1. Panduan Cara Cepat Untuk Hamil
  2. Panduan Tes Psikologi No.1 Di Indonesia

INFORMASI BISNIS ONLINE KLIK LINK DI BAWAH INI :

  1. Jurus Cerdas Berinvestasi Berkebun Emas
  2. Cara Cerdas Beli Properti Tanpa Modal Sendiri
  3. Cara Cepat Membuat Blog WordPress Untuk Pemula
  4. Cara Cepat Membuat Website
  5. Affiliate Site Blueprint Home Study Course
  6. Rahasia Mendapatkan Keuntungan Dari Forex Trader
  7. Rahasia Mengeruk Dollar Amazon dan Google Adsense
  8. Memulai Bisnis Online Dengan Modal Kecil

MEMBUKA PASSWORD Memulai Bisnis Online Dengan Modal Kecil 

Copy paste : triagung86

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s