Judex, Band yang Personelnya Pakar HukumLangganan Manggung di Kampus, Kenalkan Lagu lewat RBT

HIBUR PENGGEMAR: Personel Band Judex tampil pada salah satu acara kampus di Bogor, beberapa waktu lalu.

Memutuskan membuat karya dan eksis sebagai seniman melalui Band Judex, tak setengah-setengah dijalani para personelnya. Meski kesibukan kerap menjadi halangan, tak sedikit tawaran manggung yang datang.

LAPORAN: MIA HAMIDIYAH

MENELUSURI jalan kecil yang padat penduduk, ternyata tak menyurutkan sang penggagas Band Judex, Iwan Darmawan, membawa wartawan koran ini ke studio tempatnya berlatih.

Di studio bercat putih tersebut, karya-karya Judex terlahir hingga menjadi sebuah album. Bahkan, keseriusan personel Judex tak berakhir di album perdana, permintaan manggung pun tak pernah surut.

“Sejak launching 2005, kita memang fokus pada pembuatan album. Tapi tawaran tampil di beberapa tempat juga berdatangan. Khususnya di kalangan kampus. Kita manggung hingga ke beberapa universitas di Jakarta,” tutur Iwan.

Ya, peluncuran Band Judex yang berlangsung pada September 2005 itu berlangsung meriah. Bagaimana tidak, grup musik legendaris Koes Plus menjadi bintang tamunya.

Launching tersebut sekaligus menjadi pintu awal mengibarkan eksistensi band yang saat itu terdiri dari tiga personel utama.

Yaitu Dosen Hukum Pidana, Iwan Darmawan, Dosen Hukum Tata Negara, Mihradi, dan sarjana hukum, Widia. Mereka sangat bersemangat membawakan lagu-lagu karya sendiri.

Tak sampai di situ, sejak launching hingga 2008, seolah menjadi masa keemasan Judex. Tampil di acara kampus hingga keluar kota juga menjadi agenda rutin.

“Kami manggung hingga ke beberapa universitas di Jakarta. Setidaknya itu menjadi bukti kalau kami tak setengah-setengah dalam berkarya,” tambah alumnus SMAN 5 ini.

Selain langganan tampil di beberapa kampus, eksistensi Judex juga ditunjukkan dengan mengikuti festival band Indie yang ada di kota hujan. Namun, profesi sebagai dosen hukum tetap tak bisa ditinggalkan. Kesibukan masing-masing personel menjalankan pekerjaan utamanya, berimbas pada intensitas manggung bahkan sempat vakum di awal 2008.

“Ya, memang sempat vakum beberapa saat. Kesibukan yang membuat kami semakin jarang berkumpul. Bahkan, satu di antara kami menjadi dosen berprestasi di tingkat nasional,” tuturnya.

Kerinduan akan manggung disiasati para personel dengan tetap mengenalkan lagunya ke kalangan pecinta musik melalui ring back tone (RBT). Tak sedikit yang menggunakan lagu andalan Judex berjudul Merpati Putih.

Cerita Singkat :
Mengisahkan seorang manusia yang mempunyai Impian Besar untuk mewujudkannya walaupun keadaan tidak mendukung dan Jauh untuk mencapai impian itu,,tapi semangat tekad, doa dan kerja keras dapat mewujudkannya,,dari tempat tinggalnya didesa Cicurug Sukabumi merantau ke Kota Bogor dari pekerjaan Mengamen dijalanan untuk bisa kuliah hingga sekarang Menjadi Dosen dan merangkap menjadi Pembantu Dekan I Fakultas Hukum Universitas Pakuan Bogor..,
Semoga Kisah ini menjadi penyemangat hidup buat teman-teman untuk meraih mimpi-mimpi di dunia ini..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s