Penyakit Lemah Syahwat – Penis Loyo
Penyakit Lemah Syahwat Penis Loyo adalah momok menakutkan bagi kaum pria. Akibat terkena penyakit lemah syahwat, dapat memberikan gangguan pada daya seksualitas, kemampuan seks menurun, hubungan seksual terganggu, tidak dapat memuaskan pasangan, dan yang paling parah berupa gangguan hubungan jalinan asmara rumah tangga dalam bentuk pertengkaran, perselingkuhan, dan sejenisnya.

Gejala Lemah Syahwat Penis Loyo
Pada kaum pria, lemah syahwat umumnya dapat terjadi di atas usia 30- 40 tahunan, namun usia di bawah tahun tersebut juga dimungkinkan terkena penyakit lemah syahwat.

Beberapa gejala umum pada pria yang menderita lemah syahwat adalah:

  • Penis yang lemah dan sulit ereksi ketika berhubungan seksual
  •  Terlalu cepat ejakulasi dini atau keluarnya cairan sperma saat berhubungan seks
  • Nafsu seks atau daya seks menurun (malas berhubungan seks) umumnya karena depresi atau tekanan psikologis
  • Dan beberapa gejala lainnya.

Penyebab Lemah Syahwat Penis Loyo :

  • Urat-urat penis sudah rusak atau terjadi kerusakan fisik pada organ penis seperti salah urat, keseleo, urat penis yang lemah dan sejenisnya. Pada tingkat kerusakan yang fatal, lemah syahwat karena penyebab ini, biasanya sulit untuk diobati dan memerlukan penanganan yang khusus. Umumnya terjadi pada pria di atas 40-50 tahunan ke atas.
  • Prilaku kebiasaan buruk seperti merokok, makanan tidak bergizi, kurang berolah raga, dan lain sebagainya.
  • Stress atau Mendapat tekanan depresi
  • Jarang berhubungan seks dengan pasangan sehingga organ vital pada penis tidak terlatih dengan baik dan semakin lama semakin lemah.
  • Faktor sunnatullah alamiah seperti usia yang sudah terlalu tua, fisik yang sudah jompo, dan seterusnya.
  •  Dan masih banyak penyebab lainnya baik secara fisik maupun psikis.

KESAKSIAN YANG TELAH SEMBUH SETELAH MINUM OU TEA :

Nama           : Nopember Dwitanto
Alamat        : Semanggi Rt 02/IX Jl Bengawan Solo
Tgl Lahir    : Surakarta, 5 November 1968
No HP         : 081548324625

Dulu saya mengalami frustasi, saya lari ke minuman keras, kadang minum oli samping, kalau tidak minum oli, badan tersa kaku. Pada pertengahan 1992 pada malam suro saya minum baygon tanpa campuran, akhirnya dirawat di RSU Kustati Solo dengan mulut sudah berbusa. Akibat dari itu saya menderita darah rendah, bingung, sensor syaraf berkurang, dan mengalami lemah syahwat (air mani kering). Pada tgl 16 Juli 1997 saya menikah dan pada tahun 2000 saya cerai karena saya lemah syahwat. Saya sudah berobat kemana-mana hasilnya belum maksimal. Pada tgl 11 Juni 2003 sy menikah lagi, saya disarankan ole istri untuk berobat supaya bisa memenuhi kewajiban sebagai laki-laki. Pada pertengahan tahun 2005, saya dikenalkan outea oleh bp.Mudiyono dan bp. Sapto di rumah bp. Moh A. Robi. Saya minum sehari 5 gelas.Setelah satu minum ou tea, tekanan darah normal, dan ampas outea digunakan obat luar kejantanan. Setelah habis 2,5 botol, sensor syaraf kembali bekerja, air mani juga sudah keluar meskipun masih encer, shingga saya sudah bias memenuhi kewajiban saya sebagai laki-laki. Sampai sekarang saya masih minum ou tea untuk pemulihan jantung saya supaya normal semua. Untuk saudara-saudara yang senasib (lemah syahwat) jangan takut minum Ou tea, sebab outea lah solusinya.

Kembali Ke Daftar Isi Macam – Macam Penyakit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s