Tidak mau menerima kenyataan bahwa tubuh mengalami diabetes adalah kesalahan yang paling mendasar. Dengan berani bersikap terbuka kepada diri sendiri, jujur, dan menerima penyakit dengan ikhlas, proses pengobatan akan berlangsung lebih cepat dan efektif.

Penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang juga dikenal sebagai penyakit kencing manis atau penyakit gula darah adalah golongan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah sebagai akibat adanya gangguan sistem metabolisme dalam tubuh, dimana organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh. Insulin adalah salah satu hormon yang diproduksi oleh pankreas yang bertanggung jawab untuk mengontrol jumlah/kadar gula dalam darah dan insulin dibutuhkan untuk merubah (memproses) karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi yang diperlukan tubuh manusia. Hormon insulin berfungsi menurunkan kadar gula dalam darah.

Faktor Penyebab Diabetes Pada dasarnya, Pankreas akan mengalami penurunan kinerja. Layaknya mesin, pankreas “turun fungsi” saat seseorang sudah tua. Namun, banyak juga pankreas yang sudah “turun fungsi” di saat seseorang masih muda. Nah, cepat atau lamanya pankreas mengalami “turun fungsi” ditentukan oleh satu atau beberapa faktor pencetus. Faktor pencetes “rusaknya” pankreas merupakan faktor pencetus terjadinya diabetes pada tubuh.

1. Gen. Gen yang dimaksud tidak selalu berasal dari orang tua langsung, tetapi bisa juga berasal dari kakek-nenek, buyut, atau generasi atas lainnya. Jadi, meskipun orang tua tidak memiliki diabetes, bisa saja seseorang terkena diabetes karena neneknya atau kakaknya juga memiliki gangguan tersebut. Selain itu, kalaupun orang tersebut bisa terhindar dari diabetes karena gaya hidup yang baik, bukan berarti anak dari orang tersebut terbebas. anak masih memiliki gen diabetes dari sang kakek

2. Gaya hidup. Kebiasaan makan dan olahraga berpengaruh pada tubuh, termasuk pankreas. Seseorang yang tidak bisa mengontrol asupan makanannya kemungkinan lebih cepat mengalami diabetes. Apalagi bila tidak dilengkapi dengan olah raga.

3.Obesitas. Obesitas bisa menjadi faktor pencetus diabetes yang paling “ampuh”.Mengapa? Orang yang mengalami obesitas umumnya gemuk di bagian sentral, yakni di perut. Lemak yang menimbun di daerah tersebut menghasilkan suatu zat yang kerjanya melawan insulin. Dengan demikian, insulin tidak dapat bekerja secara optimal. Kondisi ini mengakibatkan gula darah meningkat.

4. Melahirkan bayi dengan berat di atas 4 kg. Bayi yang terlahir dengan berat badan di atas 4 Kg menandakan banyaknya karbohidrat dalam tubuh ibu. Kondisi ini dapat terjadi karena asupan ibu teralu banyak saat mengandung dan pankreas harus bekerja lebih berat daripada biasanya. Keadaan ini mengakibatkan insulin yang dihasilkan pankreas tidak optimal sehingga kadar gula darah ibu tinggi.

Tanda dan Gejala Diabetes Mellitus Tanda awal yang dapat diketahui bahwa seseorang menderita DM atau kencing manis yaitu dilihat langsung dari efek peningkatan kadar gula darah, dimana peningkatan kadar gula dalam darah mencapai nilai 160 – 180 mg/dL dan air seni (urine) penderita kencing manis yang mengandung gula (glucose), sehingga urine sering dilebung atau dikerubuti semut. Penderita kencing manis umumnya menampakkan tanda dan gejala dibawah ini meskipun tidak semua dialami oleh penderita :

  1. Jumlah urine yang dikeluarkan lebih banyak (Polyuria)
  2. Sering atau cepat merasa haus/dahaga (Polydipsia)
  3. Lapar yang berlebihan atau makan banyak (Polyphagia)
  4. Frekwensi urine meningkat/kencing terus (Glycosuria)
  5. Kehilangan berat badan yang tidak jelas sebabnya
  6. Kesemutan/mati rasa pada ujung syaraf ditelapak tangan & kaki
  7. Cepat lelah dan lemah setiap waktu
  8. Mengalami rabun penglihatan secara tiba-tiba
  9. Apabila luka/tergores (korengan) lambat penyembuhannya
  10. Mudah terkena infeksi terutama pada kulit.

Kondisi kadar gula yang drastis menurun akan cepat menyebabkan seseorang tidak sadarkan diri bahkan memasuki tahapan koma. Gejala kencing manis dapat berkembang dengan cepat waktu ke waktu dalam hitungan minggu atau bulan, terutama pada seorang anak yang menderita penyakit diabetes mellitus tipe 1. Lain halnya pada penderita diabetes mellitus tipe 2, umumnya mereka tidak mengalami berbagai gejala diatas. Bahkan mereka mungkin tidak mengetahui telah menderita kencing manis.

Tipe Penyakit Diabetes Mellitus

  1. Diabetes mellitus tipe 1 Diabetes tipe 1 adalah diabetes yang bergantung pada insulin dimana tubuh kekurangan hormon insulin,dikenal dengan istilah Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM). Hal ini disebabkan hilangnya sel beta penghasil insulin pada pulau-pulau Langerhans pankreas. Diabetes tipe 1 banyak ditemukan pada balita, anak-anak dan remaja. Sampai saat ini, Diabetes Mellitus tipe 1 hanya dapat di obati dengan pemberian therapi insulin yang dilakukan secara terus menerus berkesinambungan. Riwayat keluarga, diet dan faktor lingkungan sangat mempengaruhi perawatan penderita diabetes tipe 1. Pada penderita diebetes tipe 1 haruslah diperhatikan pengontrolan dan memonitor kadar gula darahnya, sebaiknya menggunakan alat test gula darah. Terutama pada anak-anak atau balita yang mana mereka sangat mudah mengalami dehidrasi, sering muntah dan mudah terserang berbagai penyakit.
  2. Diabetes mellitus tipe 2 Diabetes tipe 2 adalah dimana hormon insulin dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan semestinya, dikenal dengan istilah Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM). Hal ini dikarenakan berbagai kemungkinan seperti kecacatan dalam produksi insulin, resistensi terhadap insulin atau berkurangnya sensitifitas (respon) sell dan jaringan tubuh terhadap insulin yang ditandai dengan meningkatnya kadar insulin di dalam darah. Ada beberapa teori yang mengutarakan sebab terjadinya resisten terhadap insulin, diantaranya faktor kegemukan (obesitas). Pada penderita diabetes tipe 2, pengontrolan kadar gula darah dapat dilakukan dengan beberapa tindakan seperti diet, penurunan berat badan, dan pemberian tablet diabetik. Apabila dengan pemberian tablet belum maksimal respon penanganan level gula dalam darah, maka obat suntik mulai dipertimbangkan untuk diberikan.

Kadar Gula Dalam Darah

Normalnya kadar gula dalam darah berkisar antara 70 – 150 mg/dL {millimoles/liter (satuan unit United Kingdom)} atau 4 – 8 mmol/l {milligrams/deciliter (satuan unit United State)}, Dimana 1 mmol/l = 18 mg/dl. Namun demikian, kadar gula tentu saja terjadi peningkatan setelah makan dan mengalami penurunan diwaktu pagi hari bangun tidur. Seseorang dikatakan mengalami hyperglycemia apabila kadar gula dalam darah jauh diatas nilai normal, sedangkan hypoglycemia adalah suatu kondisi dimana seseorang mengalami penurunan nilai gula dalam darah dibawah normal. Diagnosa Diabetes dapat ditegakkan jika hasil pemeriksaan gula darah puasa mencapai level 126 mg/dl atau bahkan lebih, dan pemeriksaan gula darah 2 jam setelah puasa (minimal 8 jam) mencapai level 180 mg/dl. Sedangkan pemeriksaan gula darah yang dilakukan secara random (sewaktu) dapat membantu diagnosa diabetes jika nilai kadar gula darah mencapai level antara 140 mg/dL dan 200 mg/dL, terlebih lagi bila dia atas 200 mg/dl. Banyak alat test gula darah yang diperdagangkan saat ini dan dapat dibeli dibanyak tempat penjualan alat kesehatan atau apotik seperti Accu-Chek, BCJ Group, Accurate, OneTouch UltraEasy machine. Bagi penderita yang terdiagnosa Diabetes Mellitus, ada baiknya bagi mereka jika mampu untuk membelinya.

Pengobatan dan Penanganan Penyakit Diabetes Penderita diabetes tipe 1 umumnya menjalani pengobatan therapi insulin (Lantus/Levemir, Humalog, Novolog atau Apidra) yang berkesinambungan, selain itu adalah dengan berolahraga secukupnya serta melakukan pengontrolan menu makanan (diet).

Pada penderita diabetes mellitus tipe 2, penatalaksanaan pengobatan dan penanganan difokuskan pada gaya hidup dan aktivitas fisik. Pengontrolan nilai kadar gula dalam darah adalah menjadi kunci program pengobatan, yaitu dengan mengurangi berat badan, diet, dan berolahraga. Jika hal ini tidak mencapai hasil yang diharapkan, maka pemberian obat tablet akan diperlukan. Bahkan pemberian suntikan insulin turut diperlukan bila tablet tidak mengatasi pengontrolan kadar gula darah. Hal-hal penting bagi para penderita diabetes

  1. Diabetes tidak dapat disembuhkan seumur hidup dan dapat berpengaruh pada penyakit yang lain antara lain, stroke,  jantung, ginjal,  mata,  impotensi.
  2. Gula darah harus senantiasa terkontrol pada batas-batas yang diperlukan oleh tubuh.
  3. Batas gula darah puasa dibawah 100 dan setelah 2 jam setelah makan dibawah 145, hal ini harus diusahakan dipertahankan dengan cara-cara sebagai berikut: J.A.M.U artinya Jaga mulut untuk tidak memasukan makanan kedalam mulut sekehendak hati anda. artinya anda harus mengikuti 3 J : Jumlah, Jenis dan Jadwal artinya Jumlahnya harus sesuai dengan kalori yang dibutuhkan oleh tubuh; Jenisnya dipilih makanan yang berkalori rendah; Jadwalnya 3x makan besar dan 3 x cemilan dengan cara diselang-seling. Minum Obat diabetes secara tertib dan teratur sesuai petunjuk dokter. Minumlah Teh Hitam  Ou tea sebagai supplemen tambahan untuk mempercepat stabilisasi gula dalam darah dan merangsang  fungsi pankreas memproduksi Insulin. Minum Teh Outea dilakukan 6 gelas per hari setelah makan besar maupun makan cemilan.
  4. Olah ragalah secara tertib 3 x seminggu masing-masing 20 sampai dengan 30 menit yaitu olah raga yang dilakukan secara terus menerus tanpa berhenti. Seperti jalan kaki,  renang,  atau  naik sepeda.
  5. Cek Gula darah anda paling tidak sebulan sekali baik saat puasa maupun setelah makan.
  6. Untuk memastikan bahwa anda terkena diabetes yang tinggi atau tidak, tidak dapat mengandalkan pada tes gula darah sewaktu atau tes  gula darah 2 jam setelah makan yan paling akurat untuk menentukan kondisi gula darah anda harus dilakukan tes Hemoglobin A1 c (HbA1c) yaitu kondisi gula darah rata-rata selama 3 bulan kebelakang. Di Indonesia disepakati HbA1c= < 6,5%.

Dan berikut ini adalah beberapa makanan sehat yang baik untuk menu sarapan pasien penderita diabetes :

1. Sereal Sereal adalah sarapan yang sehat untuk pasien diabetes. Carilah sereal tawar  dengan lebih dari 2,5 gram serat per porsi. Gunakan susu skim atau susu dengan 1 persen lemak untuk membatasi asupan kalori dan lemak jenuh. Orang yang menderita diabetes memiliki tingkat lebih tinggi menderita penyakit jantung, sehinggaharus membatasi asupan lemak jenuh. Sarapan 45 sampai 60 karbohidrat bisa berupa 3/4 cangkir serealgandum utuh segar, I cangkir susu skiim dan 1 buah apel.

2. Roti gandum Roti gandum, muffin dan bagel juga dapat menjadi menu sarapan untuk pasien diabetes. Pilihlah roti dengan bahan yang utuh, sehingga mengandung lebih banyak serat, vitamin dan mineral. Mengonsumsi makanan tinggi serat dapat membantu mengontrol diabetes. Contoh sarapan 45 sampai 60 g karbohidrat adalah sepotong roti gandum bakar dengan 1 sendok makan selai kacang.

3. Telur Telur memberikan protein, vitamin A dan vitamin D. Jika Anda mempunyai kolesterol tinggi, Anda harus membatasi asupan kuning telur sampai dua minggu.

Pengaturan Makan

Makan dan Minum dapat merupakan masalah pada saat sakit karena nafsu makan yang menurun Asupan makan perlu diusahakan sesuai pengaturan makan sebelumnya. Bila Tidak Bisa makan makanan yang biasa dikonsumsi, diganti dengan makanan lunak, makanan cairan atau semi cairan yang mudah dicerna.Contoh makanan yang mudah dicerna: Krekers, toast, sup, juice, susu, telur. Makanan cair diabetes akan bermanfaat dalam hal ini. Makan dengan porsi kecil dan sering lebih mudah ditoleransi oleh tubuh selama sakit Cukup Asupan Karbohidrat  Yang perlu diperhatikan karbohidrat harus tetap dikonsumsi untuk mencegah glukosa darah turun teralu rendah karena penyandang DM harus tetap minum obat diabetes ataupun insulin saat sakit. Jumlah karbohidrat usahakan sesuai dengan yang biasa dimakan: 1/4 x (60% dari kebutuhan kalori) Contoh : Diet 1700 kalori kebutuhan karbohidrat sehari : 1/4 x (60% x 1700) = 255 g Bila Tak Nafsu Makan Bila tak ada nafsu makan dan perut terasa tidak enak, minum cairan dengan perlahan yang mengandung 10-15 g karbohidrat setiap 1-2 jam Cairan Mengandung 10-15 g KH (diminum setiap jam)

  1. Juice Apel : Ukuran 125 ml, Kandungan  KH(g) : 15
  2. Susu coklat (rendah lemak) : Ukuran  1/2 gelas, Kandungan  KH(g) : 15
  3. Air Soda/soft drink : Ukuran 1/2 gelas, Kandungan KH(g) : 15
  4. Teh Manis :  Ukuran  1 sdm gula, Kandungan KH (g) : 15
  5. Makanan Cair (Contoh : Diabetes) : Ukuran 100 ml, Kandungan KH (g) : 15
  6. Sup ayam krim : Ukuran 1/2 gelas, Kandungan KH (g) : 10

Bila Muntah dan Diare Apabila terdapat demam, muntah atau diare , maka tubuh akan kehilangan banyak cairan dan menjadi dehidrasi. Cairan dan makanan bergaram dikonsumsi lebih sering untuk menggantikan elektrolit (ion-ion tubuh) yang hilang. Sup dan Kaldu membantu menggantikan natrium dan kalium yang hilang karena muntah dan diare. Bila muntah usahakan meneguk 1/2 gelas sup setiap jam. Bila Nafsu Makan Sudah Membaik:

  • Asupan Karbohidrat paling sedikit 45 gram setiap 3-4 jam
  • Hindari makanan berbumbu

Contoh Menu Makanan Cair/Lunak (45 g Karbohidrat)

Toast (Roti Panggang) : Jumlah 1 Lembar, KH(g)

15 Oatmeal (matang) : Jumlah 1/2 gelas, KH(g)

15 Juice apel : Jumlah 1/2 gelas, KH(g)

15 Sup mie ayam : Jumlah 1/2 gelas, KH(g)

15 Krekers : Jumlah 2 buah, KH(g)

15 Teh Manis : Jumlah 1 gelas, KH(g)

15 Bubur : Jumlah 1 gelas, KH(g)

20 Telur : Jumlah 1 butir

Teh Manis : Jumlah 2 sdm, KH(g) 25

Menjaga waktu, porsi dan jenis makanan adalah hal yang sangat diperlukan bagi penderita diabetes. Termasuk saat Anda makan pagi alias sarapan, sarapan pada waktu yangsama setiap hari dengan porsi makanan yang konsisten, terutama karbohidrat dapat membanutu penderita Diabetes mengatur gula darah lebih baik. Makanan yang mengandung karbohidrat meliputi pati, buah, susu atau yogurt.

Kebanyakan Dokter atau ahli gizi biasanya menentukan berapa banyak yang pasien butuhkan untuk sarapan. Tapi menurut Ameican Diabetes Asoociation, penderita diabetes dapat sarapan sebanyak 45sampai 60 gram karbohidrat.

Menurut berbagai penelitian, setidaknya terdapat 450 senyawa dalam teh. Mulai dari kafein, berbagai jenis antioksidan, hingga vitamin yang diketahui bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, dalam teh terdapat plafonoid, kromium, selenium, dan antioksidan sehingga teh tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan tapi juga enak untuk dinikmati. Teh mengandung senyawa utama yang disebut polyphenol, yang sangat baik untuk proses detoksifikasi. Manfaat lain dari teh adalah menghambat pembentukan sel-sel kanker, mencegah penyakit jantung dan stroke, menstimulasi sistem sirkulasi, memperkuat pembuluh darah, menurunkan kadar kolesterol dalam darah, dan membantu menstabilkan kadar gula dalam darah.

Penderita diabetes mellitus (diabetesi) pun bisa memanfaatkan teh untuk mengatasi penyakitnya. Menurut Fatimah, yang paling baik untuk dikonsumsi bagi penderita diabetes adalah teh dari daun mulberrry dan teh hitam. Lulusan Fakultas Teknologi Pangan dari Universitas Sahid, Jakarta, ini, mengungkapkan, teh yang terbuat dari daun mulberry dan teh hitam memiliki potensi besar mengatasi penyakit diabetes tipe dua, atau jenis diabetes yang paling banyak diderita saat ini. Karena senyawa khusus yang terdapat dalam teh ini mampu berperan seperti halnya insulin dalam tubuh.

Di samping konsumsi obat dan diet yang disiplin dan teratur, teh sangat baik untuk dikonsumsi para diabetesi sebagai salah satu suplemen kesehatan yang bersifat membantu penyembuhan. ”Dalam dua minggu saja penderita diabetes sudah merasakan manfaat konsumsi teh, antara lain kadar gula dalam darah mulai stabil,” ujar Fatimah yang saat ini tengah kuliah di Ilmu Gizi di Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Untuk memperoleh hasil yang maksimal ketika mengonsumsi teh untuk menyehatkan tubuh, perlu diperhatikan cara penyajian yang benar. Cara penyajian teh yang benar adalah diseduh dengan air mendidih terlebih dahulu kemudian ditutup selama 10 menit baru kemudian disajikan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Institut Teknologi Bandung, kandungan aktif yang terdapat dalam teh, seperti polyphenol dan senyawa-senyawa lainnya, baru akan aktif apabila disajikan melalui proses oksidasi. Karena itu, dengan ditutup selama 10 menit setelah diseduh air akan mengaktifkan senyawa-senyawa dalam teh sehingga dapat memberikan manfaat yang optimal bagi kesehatan tubuh. Namun, penting untuk diingat, mengonsumsi teh yang termasuk kategori obat-obatan herbal agar tidak dicampurkan dengan bahan-bahan kimia supaya aman dikonsumsi setiap hari. Sebaliknya, teh yang tidak dicampur dengan bahan-bahan kimia dapat dikonsumsi setiap hari dan tidak menimbulkan efek samping apapun selama memperhatikan rambu-rambu yang ada.

Rambu-rambu yang sebaiknya diperhatikan dalam mengkonsumsi teh, menurut Fatimah yang sudah lima tahun bekerja di PT Sun Hope Nutrisi ini, adalah dosis dan cara penyajian yang tepat. Sebenarnya dalam konsumsi teh tidak terdapat istilah overdosis. Teh dapat menjadi berbahaya apabila dicampur dengan berbagai bahan kimia. Contohnya bahan kimia untuk melangsingkan tubuh. Bagi penderita diabetes yang ingin memperoleh hasil optimal dari minum teh sebagai suplemen, obat-obatan, dan diet, sebaiknya tetap mengontrol pola makan sebagaimana yang diperlukan untuk menjaga kestabilan kadar gula dalam darah. Walaupun telah mengonsumsi teh dalam jangka waktu tertentu, kalau pola makan tidak terjaga, kadar gula darah pun besar kemungkinan akan naik kembali. Sebab itu, untuk memperoleh hasil yang optimal, tetap perhatikan pola makan dengan diet yang telah dikonsultasikan dengan dokter. ci2

REKOMENDASI PENGOBATAN : Minum Ou tea secara teratur untuk menstabilkan gula darah..

Kesaksian TESTIMONY  :

Nama : Drs. H. Suratno Ks. Msi. Tempat / Tgl Lahir : Lumajang, 23 – 7 – 1944

Alamat : Komplek BPK V No. G-5 Gandul, Limo, Depok,Jawa Barat

Pekerjaan : – Pensiunan PNS (BPK – RI), Dosen Univ. Pamulang

Telp / HP : 021.7541274 / 081315645343

Keluhan : Diabetes Malitus (10 th), Sering Sakit Kepala Sebelah, Otot –otot Kaku dan sakit

Cerita Singkat : Sakit diabetes sejak tahun 1997.

Usaha penyembuhan ke dokter specialis penyakit dalam di Jakarta dan Makassar (Saat itu tugas di Makassar Tahun 2000 – 2004) dan alternative lainnya. Gula Tertinggi : 357. Setelah pengobatan – pengobatan dari dokter dan rumah sakit. Fatmawati Jakarta (ketika sebelum minum teh Ou tea) : 268 (dua ratus enam puluh delapan ), Kemudian Tanggal 20 Mei 2007, diperkenalkan Teh Ou Tea Oleh Mbak Rian dan Mas Fatah. Mulanya gak yakin. Setelah saya minum 3 hari berturut – turut sesuai aturan, Cek Laboratorium sesuai hasilnya gula darah saya turun drastis menjadi 118. Sakit Kepala, Otot Kaku dan sakit Hilang total, Istri saya Mari Karilah Spd (58th) setelah minum teh ou tea, selama 1 minggu sakit vertigonya kemudian sembuh, saran saya yang belum mencoba, minumlah Ou tea.

Video Kesaksian Sembuh Setelah Minum Teh Ou Tea :

Kajian Ilmiah mengenai Teh Ou tea dapat menyembuhkan Diabetes :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s