Investasi yang cukup bagus dilakukan adalah dengan membeli logam mulia emas. Ini mengingat harga emas yang cenderung terapresiasi dan kenaikannya melebihi laju inflasi. Ini berarti, nilai emas tidak akan tergerus inflasi. Nilai emas juga tetap stabil, bahkan cenderung naik dari waktu ke waktu sejalan dengan perkembangan ekonomi dunia.

Namun, banyak orang mungkin berpikir investasi emas hanya mungkin untuk para investor profesional kaya atau orang yang memiliki segunung uang. Padahal, investasi emas juga dapat menguntungkan orang kebanyakan dengan penghasilan rata-rata.

Kebun Emas 160 x 600Salah satu penghambat orang untuk berinvestasi dan membeli emas, selama ini ternyata adalah ketidaktahuan cara berinvestasi di logam mulia tersebut. Inilah tiga cara mudah untuk berinvestasi emas:

1. Beli emas fisik

Membeli koin atau emas batangan adalah cara terbaik bagi pemula. Emas batangan, dengan ukuran beragam, mulai dari 5 gram hingga 1000 gram atau 1 kg, lebih terjamin nilainya dan stabil, dibanding emas dalam bentuk perhiasan.

Emas batangan bisa dibeli melalui outlet ANTAM atau Aneka Tambang, produsen terbesar emas batangan di Indonesia atau Pegadaian. Bahkan di Pegadaian Syariah, kini emas bisa dicicil melalui layanan yang bernama MULIA (Murabahah Logam Mulia untuk Investasi Abadi).

Namun, jika Anda baru mulai memahami investasi emas, hindari membeli koin emas langka. Meskipun sangat menarik, tetapi tidak adanya pengalaman mengidentifikasi berbagai jenis koin, maka peluang kehilangan uang cukup besar.

Pastikan juga untuk menghindari situs lelang internet seperti Ebay untuk pembelian emas, karena di tempat seperti ini, sangat mudah jadi korban penipuan. Membeli emas fisik sangat disarankan untuk memiliki tempat yang aman untuk menyimpannya. SDB (Safe Deposit Box) atau Pegadaian masih merupakan pilihan yang pas.

2. Beli reksa dana atau emas berjangka

Membeli reksa dana emas adalah pilihan terbaik bagi mereka yang ingin membeli emas dengan cara aman, tapi tidak tertarik menjaga emas fisik. Tanyakan ahli keuangan Anda untuk beberapa reksa dana emas.

Pilihan lain bagi mereka yang tertarik pada emas, tapi tidak yakin dengan prospek kepemilikan fisik atau penyimpanan adalah dengan membeli emas berjangka. Investasi ini pada dasarnya membeli kontrak untuk membeli sejumlah tertentu emas, pada periode tertentu.

Bagi pemula, pilihan ini mungkin tidak sebagus reksa dana, tetapi jika Anda bersedia mengambil risiko spekulatif, investasi ini bisa jadi menarik.

3. Membeli saham pertambangan emas

Pembelian saham tambang emas ini mirip dengan membeli reksa dana emas atau berjangka. Anda tidak benar-benar membeli emas fisik dan tidak perlu khawatir dengan masalah penyimpanan. Pembelian saham di perusahaan tambang emas, juga sama dengan membeli saham di perusahaan publik lainnya.

Anda akan diuntungkan dengan kenaikan harga saham dan adanya pembagian dividen. Namun, hal ini bisa sulit bagi pemula yang belum pernah masuk pasar saham, karena harga saham dapat sangat bervariasi sepanjang perdagangan.

Harga emas telah meningkat lebih dari 7 kali selama 10 tahun terakhir. US$500 yang dihabiskan untuk emas pada 2000, bernilai hampir US$ 4000 hari ini. Jika harga emas terus meningkat pada laju yang sama di masa depan, sudah pasti investasi pada emas merupakan ide yang brilian! [ast]

Investasi emas kini hadir dalam berbagai bentuk dan kemasan, namun Anda harus memastikan bahwa berinvestasi emas secara fisik (batangan/koin) lebih punya banyak keuntungan dibandingkan berinvestasi emas dalam bentuk lain.

Berikut 6 alasan dan keuntungan yang layak Anda pertimbangkan untuk lebih memilih berinvestasi emas secara fisik:

  1. Melindungi Kekayaan (Wealth Preservation)
    Emas ‘melestarikan’ nilai kekayaan kita. Kenaikan nilai emas diperbandingkan dengan rupiah tiap tahunnya selalu jauh lebih tinggi dibandingkan kenaikan inflasi. Ini membuat nilai kekayaan kita lestari, tidak termakan oleh jahatnya inflasi.
  2. Resiko Rendah Sampai Menengah (Medium to low Risk Investment)
    Emas adalah investasi dengan resiko menengah cenderung rendah dengan imbal hasil kenaikan nilai yang cukup tinggi pada jangka waktu tertentu.
  3. Aset Nyata (Tangible Asset)
    Emas batangan/koin adalah investasi yang ‘nyata’, benar-benar mempunyai nilai secara intrinsik, bukan selembar kertas yang dideklarasi mempunyai nilai dengan jaminan akan harapan.
  4. Hak Kepemilikan (Private Property Rights)
    Emas batangan/koin yang Anda miliki adalah hak milik pribadi Anda seutuhnya. Karakter emas batangan/koin yang nyata membuatnya independen, tidak bergantung pada institusi tertentu. Anda bisa melakukan hal apapun terhadap emas yang Anda miliki.
  5. Mudah Dicairkan (Liquid Asset)
    Emas adalah aset yang paling mudah diperjualbelikan dimanapun tempat dan waktu, tidak bergantung institusi. Bahkan Anda bisa menjadikan emas sebagai jaminan hutang (gadai), sangat jarang investasi lain bisa bertindak demikian.
  6. Bebas Pajak (Tax Free)
    Di Indonesia, emas batangan dimasukkan sebagai komoditi produksi yang tidak dikenakan pajak. Sehingga jika Anda berinvestasi pada emas batangan, maka Anda telah berinvestasi pada aset yang bebas pajak.

CARA BERKEBUN EMAS: TEKNIK BERKEBUN EMAS UNTUK KEUNTUNGAN MAKSIMAL

Emas sering dimanfaatkan para investor sebagai alat hedging (lindung nilai) sekaligus instrumen investasi jangka panjang karena harga emas yang relatif stabil dalam jangka pendek namun bisa mengalami kenaikan signifikan dalam jangka panjang mengikuti atau melebihi tingkat inflasi. Namun dengan tren bullish harga emas beberapa tahun belakangan ini, banyak investor yang memanfaatkan momen tersebut untuk mendapatkan keuntungan dari jual beli emas jangka pendek yang biasa disebut sebagai berkebun emas. Mari kita belajar investasi emas dengan cara berkebun emas ini.

Sistem berkebun emas memanfaatkan jasa pegadaian yang disediakan oleh bank ataupun lembaga lainnya untuk memperbesar modal dalam membeli emas di mana emas yang sudah ada di tangan digadaikan untuk mendapatkan modal membeli emas berikutnya yang kemudian digadaikan lagi. Sistem seperti ini memungkinkan investor untuk membeli emas dengan modal lebih sedikit yang kemudian dijual pada saat yang tepat untuk memperoleh keuntungan jangka pendek maupun jangka panjang. Sistem ini juga menguntungkan pihak bank karena bisa meningkatkan omset penjualan produk gadainya.

Lebih jelasnya, mari kita lihat contoh cara berkebun emas yang biasa dilakukan para pekebun emas:

Beli emas batangan 25 gram seharga Rp 10jt (per gram Rp 400rb) yang kemudian digadaikan, dapat Rp 8jt (asumsi nilai taksiran 80% dari nilai emas)
Beli emas 25 gram lagi dari uang Rp 8jt + Rp 2jt dari modal sendiri dan kemudian digadaikan lagi, dapat lagi Rp 8jt, gadaikan lagi untuk dibelikan emas. Ulangi beli gadai ini berulang-ulang.

Di sini kita asumsikan investor membeli sampai emas ke-5. Emas terakhir ini disimpan untuk modal menebus emas kembali nanti.

Dengan cara berkebun emas tersebut di atas, investor bisa memiliki emas sebanyak 125gram (5x25gram) senilai Rp 50jt hanya dengan modal Rp 18jt (Rp 10jt modal awal + Rp 2jt untuk emas-emas berikutnya), tentunya belum termasuk biaya gadai maupun biaya lainnya.

Pada saat harga emas menanjak, emas-emas yang telah digadaikan ditebus kembali satu persatu dengan modal emas yang ada di tangan. Jadi, jual emas ke-5 untuk menebus emas ke-4 yang kemudian dijual lagi untuk menebus emas ke-3. Ulangi sampai semua emas ditebus, lalu jual semuanya. Keuntungan investor berupa selisih dari (hasil penjualan – nilai tebus gadai) dan (modal awal + biaya gadai). Sebagai contoh, asumsi harga emas naik 30% menjadi 13jt dan biaya gadai Rp 4jt. Maka keuntungan yang diperoleh: (Rp 65jt – 32jt) – (Rp18jt + Rp 4jt) = Rp 11jt.

Bandingkan keuntungan dari cara berkebun emas seperti ini dengan keuntungan yang diperoleh jika menggunakan cara investasi emas konvensional. Modal Rp 22jt digunakan untuk membeli emas batangan 55 gram (per gram Rp 400rb). Emas kemudian dijual pada saat harga emas naik 30% (Rp 520rb), uang yang diperoleh sebesar Rp 28.600.000,-. Keuntungan yang didapat hanya sebesar Rp 28,6jt – Rp 22jt = Rp 6,6jt.

Contoh Lain berkebun emas di pegadaian, ada 2 Metode:
Metode Pertama:
Metode pertama berkebun emas adalah dengan cara menggadaikan emas ke pegadaian syariah atau pegadaian umum milik pemerintah.
Cara berkebun emas di Pegadaian pertama, contoh;
1.Saya punya emas Logam Mulia (24K) sertifikat PT.ANTAM seberat 10 gr seharga 4.200.00 rupiah kemudian saya gadai kan dengan nilai taksir 91% dari harga 4.200.000,maka saya akan mendapatkan uang 3.822.000
2.Setelah saya mendapatkan uang dari hasil gadai emas sebesar 3.822.000 saya menambahkan 378.000 untuk bisa membeli emas seberat 10 gr lagi dengan harga 4.200.000,kemudian saya gadai kan lagi dan mendapatkan dana 3.822.000. Dan saya akan mengulangi metode tersebut sampai batas kemampuan saya berkebun,bisa sampai 3x,4x,5x dan seterusnya.
Setelah saya merasa cukup untuk berkebun emas maka hasil uang gadai emas saya terakhir saya simpan di lemari besi dan tidak saya pergunakan sampai pada waktunya saya memanen emas saya.
Di Perum Pegadaian untuk biaya penyimpanan emas kita di kenakan biaya 2,6% dari 3.822.000 maka biaya per bulan yang saya harus keluarkan untuk emas 10 gr saya adalah 99.372 rupiah. Jadi kalau kita gadai kan emas 10 gr sebanyak 4 batang tinggal dikalikan saja, 99.372 X 4 = 397.488 rupiah.
Saat harga emas naik cukup tinggi,saya akan memulai panen emas dengan cara membalik kan sistem yang pertama saya lakukan saat menggadaikan emas.
Saya buka lemari besi yang berisikan uang 3.822.000 ditambah dengan biaya penyimpanan untuk menebus emas saya.
Misal harga emas setelah 1 bulan naik menjadi 450.00/gr maka harga emas saya seberat 10 gr menjadi 4.500.000 rupiah. 4.500.000 – (3.822.000+99.372) = 578.628 rupiah.
Itulah hasil berkebun emas yang sudah saya tanam di pegadaian,tentunya jika saya menggadaikan emas sebanyak 4X maka hasil panen saya 578.628 X 4 = 2.314.512 rupiah.
Catatan : ilustrasi diatas hanyalah contoh belaka,untuk harga emas sesungguhnya bisa anda pantau di toko emas,pegadaian,atau di PT.ANTAM (www.logammulia.com)

Metode Kedua:

Cara membeli emas di pegadaian syariah secara kredit.Perum Pegadaian syariah saat ini mengeluarkan produk pembelian Logam Mulia secara Kredit sesuai dengan kemampuan saya mengangsur,kredit mulai dari 3 bulan sampai 12 bulan.

Contoh: Saya akan membeli Logam Mulia secara kredit di Perum Pegadaian Syariah dengan waktu kredit selama 6 bulan.

Harga Logam Mulia seberat 10 gr sertifikat PT.ANTAM sebesar 4.200.000 rupiah,maka saya harus membayar uang muka sebesar 30% dari harga Logam Mulia tersebut dan ditambah biaya administrasi sebesar 50.000 rupiah.
4.200.000 X 30% + 50.000 = 1.310.000. Jadi saya harus membayar uang muka sebesar 1.310.000 untuk bisa mendapatkan Logam Mulia seberat 10 gr selama 6 bulan ke depan. Ditambah biaya administrasi sebesar 1% per bulan nya,jadi kalau saya ambil kredit 6 bulan berarti biaya administrasi sebesar 6%
Angsuran per bulan nya 4.200.000 – 1.310.000 = 2.900.000 +6% = 3.074.000 / 6 bulan = 512.333 rupiah.
Jadi per bulan saya harus mengangsur 512.333 selama 6 bulan untuk mendapatkan Logam Mulia seberat 10 gr.
Seandainya pada bulan ke 6 harga emas naik menjadi 475.000 per gram nya maka Logam Mulia saya seberat 10 gr,harganya menjadi 4.750.000 di pasaran.
Saya akan mendapatkan 2 keuntungan yaitu,saya bisa memiliki Logam Mulia seberat 10 gr dan saya juga mendapatkan nilai tawar yang tinggi untuk Logam Mulia saya.

Dengan saya memiliki Logam Mulia tersebut,saya bisa pergunakan untuk investasi lagi menggunakan Metode Pertama.

Semua harga maupun hitungan di sini hanya merupakan asumsi, harga dan kondisi sebenarnya di lapangan tentunya tidak akan sama.

Teknik berkebun emas jangka pendek hanya cocok diterapkan pada saat harga emas sedang mengalami penurunan dan kenaikan tajam. Cara berkebun emas seperti ini memungkinkan investor untuk menggadaikan emas dalam waktu sesingkat mungkin (bisa dalam hitungan hari, minggu ataupun bulan) sehingga bisa menekan biaya gadai dan mendapatkan keuntungan maksimal. Caranya, dengan membeli emas saat harga emas sedang turun yang kemudian digadaikan dan dijual secepatnya pada saat harga emas melonjak.

Untuk investasi jangka panjang, emas biasanya digadaikan dalam waktu cukup lama (bisa satu, dua atau tiga tahun) sampai harga emas mengalami kenaikan yang signifikan minimal 30% untuk kemudian ditebus dan dijual kembali. Tentunya investor harus siap untuk membayar biaya gadai yang harus dikeluarkan selama emas digadaikan.

Cara berkebun emas ini juga bisa dimanfaatkan oleh investor untuk yang saat ini belum memiliki dana yang cukup untuk berinvestasi emas dalam jumlah yang diinginkan. Selain itu, dengan teknik ini, investor bisa membeli emas dengan harga saat ini dengan uang yang akan dimiliki investor di masa depan.

Beberapa tips dalam berkebun emas:

  • Beli pada saat harga emas rendah, jual pada saat harga emas tinggi. Jika terpaksa menebus dan menjual emas pada saat harga turun, investor bukan saja bisa kehilangan potensi keuntungan, tapi juga berpotensi mengalami kerugian dari biaya gadai yang sudah dibayarkan.
  • Agar bisa mendapatkan keuntungan maksimal dari teknik berkebun emas, gadaikan emas anda di tempat gadai yang menawarkan nilai gadai paling tinggi dengan biaya paling rendah.
  • Gadaikan emas dalam waktu sesingkat mungkin jika anda bermaksud mendapatkan keuntungan jangka pendek dari teknik berkebun emas ini.

Saat ini, sudah ada banyak lembaga yang menyediakan jasa pegadaian emas, termasuk diantaranya Bank Syariah Mandiri, Bank Jabar Banten Syariah, BRI Syariah dan Pegadaian, yang bisa dimanfaatkan oleh para investor yang ingin menerapkan cara berkebun emas ini . Nilai taksiran dan biaya yang harus dibayar bervariasi antar lembaga satu dan lainnya.

MEMBELI EMAS BATANGAN: STRATEGI DAN WAKTU YANG TEPAT

Pada masa yang serba tidak pasti ini, kewaspadaan dan kesadaran akan resiko sangatlah penting dan resiko sistematik juga harus dipertimbangkan. Sukses dalam berinvestasi terkait erat dengan diversifikasi dan manajamen resiko. Dengan kata lain, jangan menaruh semua uang anda dalam satu instrumen investasi karena pasar bisa anjlok dan akan merugikan jika anda tidak mendiversifikasi investasi anda dengan benar.

Portfolio investasi yang sehat haruslah mencakup range aset yang bervariasi yang terdiri dari beragam ekuitas, investasi saham, properti, komponen tunai termasuk alokasi investasi pada emas dan membeli emas batangan. Kuncinya adalah menentukan jumlah yang tepat dari setiap jenis aset dan memiliki aset yang akan bisa bertahan dari serangan inflasi, deflasi, stagflasi dan bahkan hiperinflasi. Kita akan memfokuskan pada topik investasi emas batangan di artikel ini.

Banyak orang mencari dan membeli emas batangan karena karakteristiknya yang unik dalam hal ketahanan, keindahan, kelangkaan dan statusnya sebagai alat tukar dan mata uang universal selama berabad-abad.

Bagi negara, emas merupakan alat tukar internasional sekaligus instrumen untuk mempertahankan kekayaan dan meningkatkan kekuatan ekonomi negara. Sedangkan bagi individu, emas dimanfaatkan sebagai instrumen proteksi dan jaminan atas investasi, penurunan nilai uang, resiko makroekonomi dan geopolitis yang lain serta untuk menyimpan kekayaan. Dengan segala kelebihan yang dimiliki emas, emas haruslah selalu disertakan dalam diversifikasi portfolio anda.

Faktor utama investasi khususnya membeli emas batangan bukan dari banyaknya dana, melainkan seberapa cepat anda mulai berinvestasi emas. Makin cepat makin baik.

Motivasi anda dalam membeli emas akan sangat menentukan bentuk investasi emas yang dipilih. Apakah anda spekulator, investor atau penabung? Apakah anda ingin mengambil posisi spekulatif jangka pendek dalam emas?Apakah anda berinvestasi untuk jangka menengah atau panjang? Ataukah anda mendiversifikasi, menyimpan atau menggunakan emas hanya sebagai hedging / jaminan keuangan (fungsi utama emas)? Semua faktor ini akan sangat mempengaruhi gaya investor dalam berinvestasi dan membeli emas.

Sebagai petunjuk dasar, diversifikasi portfolio yang tepat harus mencakup alokasi investasi jangka panjang antara 5 s/d 15% pada emas fisik (membeli emas batangan). Seperti halnya rumah keluarga tidak bisa dianggap sebagai sebuah investasi, emas batangan juga tidak bisa dianggap sebagai investasi, melainkan lebih sebagai jaminan keuangan dan simpanan yang tidak diperjualbelikan. Kita tidak memperjualbelikan asuransi karenanya kita juga tidak memperjualbelikan emas batangan yang merupakan alat penjamin keuangan.

Untuk tujuan jangka panjang, waktu yang paling tepat untuk membeli emas batangan adalah kapan saja saat anda memiliki uang untuk membelinya karena kecenderungan harga emas yang terus naik dari waktu ke waktu dalam jangka panjang. Strategi terbaik dalam berinvestasi emas adalah dengan membeli sejumlah emas secara rutin setiap bulan tanpa melihat harga emas saat itu. Untuk sebagian investor, strategi ini memperkecil resiko kerugian dari waktu ke waktu.

Untuk tujuan jangka pendek maupun menengah, investor bisa berinvestasi emas dengan memanfaatkanteknik berkebun emas.

Setelah menentukan motivasi anda dalam berinvestasi emas, pertimbangan utama berikutnya adalah biayanya (baik di maupun maupun biaya tahunan), kedekatan pada aset anda dan mungkin faktor paling penting yaitu resiko. Jika anda menyimpan emas di pihak ketiga, pastikan anda berhubungan langsung dengan pihak tersebut tanpa melalui pihak perantara yang tentunya bisa memperbesar resiko. Pertimbangan lain adalah kemampuan untuk menyerahkan emas pada saat terjadi krisis yang menyeluruh.

Membeli emas batangan dan memegang emas dalam portfolio dapat memberikan profit nyata dalam bentuk keuntungan spekulatif, investasi, hedging terhadap resiko ekonomi makro dan geopolitis atau pemeliharaan kekayaan.

Emas adalah uang dan aset utama yang handal untuk mempertahankan aset dan meneruskan kekayaan kepada generasi berikutnya. Begitu jumlah basis kepemilikan atas emas batangan sudah tercapai dalam portfolio maka instrumen investasi emas lainnya seperti saham dan “mutual funds” ataupun bentuk investasi emas lain yang lebih spekulatif bisa mulai dipertimbangkan.

Investor yang sudah berpengalaman dan berwawasan luas telah lama mengetahui bahwa membeli emas batangan maupun bentuk investasi emas yang lain bisa menjadi pilihan investasi yang solid. Emas stabil pada masa ketidakseimbangan geopolitis global, ketidakpastian ekonomi, resesi mapun depresi. Adalah penting untuk melihat portfolio investasi anda secara keseluruhan. Jika dilakukan dengan benar, emas dan investasi terkait bisa menjadi komponen yang sangat efektif dalam portfolio investasi yang terdiversifikasi dengan tepat.

Untuk Mengecek Perubahan Harga Emas Dunia :

  1. ANTAM GOLD
  2. GRAFIK HARGA EMAS

Faktor – Faktor Yang mempengaruhi Harga Emas…….Klik Disini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s