Menurut Dr. Tunggul D. Situmorang, Sp.PD, KGH, ahli ginjal dari RS PGI Cikini, istilah ginjal bocor disebut sindrom nefrotik dalam dunia kedokteran. Artinya, kumpulan gejala yang menyangkut kerja organ ginjal. “Istilah ginjal bocor bukan berarti terdapat lubang pada ginjal, sehingga menyebabkan kebocoran,” katanya.

Lalu, mengapa disebut ginjal bocor? “Ini untuk menggambarkan bocor atau keluarnya protein (albumin) dari dalam tubuh melalui air kencing (urin),” jawabnya.

Dalam keadaan normal, ginjal bekerja sebagai penyaring, sehingga protein tidak bisa keluar dari tubuh. Jika tubuh banyak mengeluarkan protein, otomatis kadar protein dalam tubuh pun menurun.

“Sifat albumin adalah menahan agar cairan tidak keluar dari pembuluh darah. Ketika tubuh kekurangan albumin, cairan mudah merembes keluar dari pembuluh darah, menyebabkan tubuh membengkak,” sebut Direktur RS PGI Cikini ini.

Jika sudah demikian, tubuh akan melakukan penyesuaian karena kekurangan albumin. Salah satunya dengan memecah lemak dari seluruh tubuh, sehingga membuat kadar kolesterol naik.

“Jadi, gejala utama sindrom nefrotik atau ginjal bocor ini ada empat. Keluarnya protein melalui urin, kekurangan kadar albumin, tubuh bengkak, dan meningkatnya kadar kolesterol,” katanya.

Tubuh bengkak

Keluarnya protein melalui urin ini dikarenakan sifat membran (lapisan) yang bekerja sebagai penyaring telah berubah. Yang perlu diingat, sifatnya tidak melemah, hanya berubah karena suatu sebab.

Dr. Tunggul membagi penyebab berubahnya sifat lapisan penyaring tersebut menjadi dua golongan besar. Yang pertama karena ada sesuatu di organ ginjal. Kondisi ini disebut penyakit ginjal primer. Ini biasanya disebabkan oleh infeksi.

Kedua, karena penyakit nonginjal, tetapi melibatkan organ ginjal. “Misalnya, penyakit yang berkaitan dengan kekebalan tubuh seperti lupus, diabetes, bahkan malaria pun bisa,” ucapnya.

Yang perlu ditekankan, lanjutnya, sindrom nefrotik ini berbeda dengan gagal ginjal. Gagal ginjal berkaitan dengan fungsi ginjal, sedangkan sindrom nefrotik berkaitan dengan saringan ginjal. “Bisa saja seseorang mengalami sindrom nefrotik, tetapi fungsi ginjalnya masih normal. Meski demikian, gagal ginjal dapat berpengaruh terhadap penanganan sindrom nefrotik,” papar Dr. Tunggul.

Untuk menentukan apakah seseorang mengalami ginjal bocor, dapat diketahui melalui tes labotarium. Hal ini diperlukan untuk menegakkan diagnosis. Salah satu gejala ginjal bocor adalah membengkaknya tubuh. Meski begitu, tubuh bengkak belum tentu disebabkan oleh ginjal bocor.

Diagnosis awal paling mudah dilakukan melalui tes urin. Jika terdapat kadar protein yang tinggi dalam urin, perlu dilakukan penanganan lanjutan.

REKOMENDASI PENGOBATAN :

Minum Ou tea Untuk Mencapai Kesembuhan total

KESAKSIAN SEMBUH DARI GINJAL BOCOR SETELAH MINUM OU TEA :

Nama: Ngatno

Alamat: Kab wonogiri

Telp: 085229020351

Keluhan: Ginjal Bocor sembuh setelah mengkonsumsi ou tea

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s