kita mengingat masa sewaktu kita kecil dahulu, mungkin sebagian besar dari kita pernah bertanya, bagaimana kita dapat dilahirkan ke dunia ini? bagaimana cara kerja sistem reproduksi kita?

Saat kita dianggap belum cukup umur, pada umumnya secara singkat orangtua akan menjawab bahwa dengan cinta antara ayah dan ibu, kita dapat dengan sendirinya dihasilkan dan dilahirkan.

Jawaban tersebut tidak salah, tetapi banyak dari kita yang terus merasa penasaran dan terpaksa menyimpan rasa keingintahuan tersebut hingga akhirnya kita beranjak dewasa.

Saat mengalami masa pubertas, perubahan yang berhubungan dengan pertanyaan kita sebelumnya akan dialami oleh kita sendiri. Saat itulah, mau tidak mau, secara bertahap kita akan mengerti tentang proses reproduksi manusia dan peristiwa biologis yang terlibat didalamnya.

Cara Cepat Hamil

Tubuh manusia merupakan kumpulan dari sistem organ dengan fungsinya yang khas dan berbeda satu dengan yang lain. Setiap sistem memiliki karakteristik dan fungsi yang unik. Keberadaan seluruh sistem dalam tubuh, menjalankan fungsi kehidupan dari tiap-tiap individu.

Demikian pula dengan sistem reproduksi yang juga memiliki bagian dan fungsi yang unik. Sistem reproduksi terdapat pada tubuh untuk melakukan fungsi manusia dalam berkembang biak. Sistem reproduksi pria berbeda secara anatomis dan fungsinya dengan sistem reproduksi wanita.

Secara medis, sistem reproduksi pria terdiri atas:

  1. Buah pelir (Selanjutnya disebut dalam istilah medis: Testis).
  2. Saluran-saluran keluar dari sperma yang mengandung spermatozoa.
  3. Kelenjar-kelenjar tambahan yang menyusun komposisi sperma.
  4. Penis.

Seluruh sistem reproduksi tersebut berkembang sejak seorang anak laki-laki masih dalam kandungan. Dengan dipengaruhi berbagai enzim dan hormon tertentu (Yang ditentukan dengan keberadaan kromosom seks pria : XY), setiap bagian yang membentuk sistem reproduksi pria dewasa mulai terbentuk saat janin masih berusia 2 bulan.

Setelah seorang bayi laki-laki lahir, seiring dengan perkembangan tubuh menjadi semakin dewasa, penis pria pun ikut mengalami perkembangan. Perkembangan tersebut dapat berupa pembesaran secara fisik, maupun aktivasi dari kelenjar-kelenjar dan sel pembentuk spermatozoa.

Pada masa pubertas, sistem reproduksi pria mengalami pendewasaan penuh hingga diaktifkan seluruhnya. Hal tersebut mengandung arti bahwa seorang pria mulai mampu untuk menjalankan fungsinya dalam berkembang biak bersama-sama dengan seorang wanita.

Agar lebih mudah memahami kerja dari sistem reproduksi, kita bisa menganalogikan sistem tersebut layaknya sebuah pabrik dengan barang yang dihasilkan untuk selanjutnya disitribusikan hingga ke tempat yang ingin dituju.

Secara singkat, hal tersebut dapat digambarkan pada diagram berikut:

Produksi — > Distribusi — >Target

Seluruh proses tersebut memiliki satu tujuan utama yaitu: Membuahi sel telur wanita yang merupakan target dari spermatozoa. Agar mampu mencapai target utama tersebut, spermatozoa harus mampu bergerak cepat melalui saluran reproduksi wanita yang panjang dan berkelok. Agar dapat melakukan hal tersebut, spermatozoa harus diproduksi secara optimal. Hanya spermatozoa yang sehat dan memiliki bentuk normal yang mampu bergerak cepat untuk membuahi sel telur wanita.

Setelah diproduksi, spermatozoa juga harus dihantarkan ke ujung saluran keluar melalui saluran-saluran khusus yang menghubungkan tempat produksi dan saluran keluar spermatozoa. Pada akhirnya, spermatozoa harus melalui saluran reproduksi wanita hingga menemui target yang dituju, yaitu sel telur wanita atau ovum. Seluruh proses tersebut harus berjalan dengan baik sehingga seorang laki-laki mampu membuahi seorang wanita dan memiliki anak.

 sistem reproduksi pria, sistem reproduksi wanita merupakan sebuah sistem tubuh yang memiliki bentuk dan fungsi yang unik dan berbeda dengan sistem-sistem tubuh lainnya.

Keunikan tersebut sebenarnya serupa dengan sistem reproduksi pada pria. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan mengetahui tujuan utama dari sistem reproduksi wanita yang juga menghasilkan sel gamet, yaitu sel telur atau ovum.

Akan tetapi, sistem reproduksi wanita sering dianggap sebagai sebuah sistem yang lebih kompleks daripada sistem reproduksi pria. Hal tersebut terjadi karena hampir seluruh fungsi reproduksi manusia terjadi dalam sistem reproduksi wanita.

Agar lebih mudah diingat dan dipahami, fungsi-fungsi umum system reproduksi wanita dapat dijabarkan sebagai berikut:

  • Menghasilkan sel telur.
  • Menghantarkan sel telur sampai pada tempat di mana sel telur tersebut dibuahi oleh spermatozoa.
  • Menyediakan tempat implantasi hingga kehamilan dan kelahiran bayi.
  • Alat aktivitas seksual

Sesuai dengan bentuk dan fungsi dari sistem reproduksi wanita, pembagian struktur yang menyusunnya adalah:

  1. Ovarium.
  2. Saluran keluar ovum (Tuba).
  3. Kantung kehamilan atau rahim (Uterus).
  4. Vagina.
  5. Genitalia eksterna.

Untuk lebih memahami tujuan-tujuan sistem reproduksi wanita, Anda perlu mengingat patokan dan analogi sistem reproduksi sebagai sebuah pabrik seperti telah disebutkan pada bab sebelumnya. Secara singkat, hal tersebut dapat digambarkan kembali dalam diagram berikut:

Produksi — > Distribusi  — > Target

Produksi berarti pembuatan dan perkembangan sel telur hingga siap untuk dibuahi, distribusi mengandung artian transport sel telur hingga tempat yang dicapai spermatozoa untuk mengadakan pembuahan atau fertilisasi. Sedangkan target dari sel telur tidak lain adalah spermatozoa yang dihasilkan sistem reproduksi pria.

sperma dan sel telurDEFINISI
Kemandulan adalah ketidakmampuan sepasang suami istri untuk mencapai kehamilan setelah selama 1 tahun melaksanakan hubungan seksual secara teratur dan tidak menggunakan alat kontrasepsi.

Kemandulan primer adalah istilah yang digunakan jika pasangan suami istri sama sekali belum pernah memiliki anak. Jika sebelumnya pasangan suami istri pernah memiliki anak (minimal 1 kali kehamilan), tetapi kehamilan berikutnya belum berhasil dicapai, maka digunakan istilah kemandulan sekunder.

PENYEBAB
Sekitar 30-40% kasus disebabkan oleh faktor pria, seperti:

  1. Masalah pada spermaPada pria dewasa, sperma dibuat terus menerus di dalam testis (buah zakar). Proses pembuatan sperma disebut spermatogenesis.
    Sel yang belum terspesialisasi memerlukan waktu sekitar 72-74 hari untuk berkembang menjadi sel sperma yang matang.Dari testis kiri dan kanan, sperma bergerak ke dalam epididimis (suatu saluran berbentuk gulungan yang terletak di puncak testis menuju ke testis belakang bagian bawah) dan disimpan di dalam epididimis sampai saat terjadinya ejakulasi.
    Dari epididimis, sperma bergerak ke vas deferens dan duktus ejakulatorius. Di dalam duktus ejakulatorius, cairan yang dihasilkan oleh vesikula seminalis ditambahkan pada sperma dan membentuk semen, yang kemudian mengalir menuju ke uretra dan dikeluarkan ketika ejakulasi.
    Kesuburan seorang pria ditentukan oleh kemampuannya untuk mengantarkan sejumlah sperma yang normal ke dalam vagina wanita.
    Ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses tersebut sehingga bisa terjadi kemandulan:
    a. Peningkatan suhu di dalam testis akibat demam berkepanjangan atau akibat panas yang berlebihan bisa menyebabkan berkurangnya jumlah sperma, berkurangnya pergerakan sperma dan meningkatkan jumlah sperma yang abnormal di dalam semen.
    Pembentukan sperma yang paling efsisien adalah pada suhu 33,5? (lebih rendah dari suhu tubuh). Testis bisa tetap berada pada suhu tersebut karena terletak di dalam skrotum (kantung zakar) yang berada diluar rongga tubuh.
    Faktor lain yang mempengaruhi jumlah sperma adalah pemakaian marijuana atau obat-obatan (misalnya simetidin, spironolakton dan nitrofurantoin).
    b. Penyakit serius pada testis atau penyumbatan atau tidak adanya vas deferens (kiri dan kanan) bisa menyebabkan azospermia (tidak terbentuk sperma sama sekali.
    Jika di dalam semen tidak terdapat fruktosa (gula yang dihasilkan oleh vesikula seminalis) berarti tidak terdapat vas deferens atau tidak terdapat vesikula seminalis atau terdapat penyumbatan pada duktus ejakulatorius.
    c. Varikokel merupakan kelainan anatomis yang paling sering ditemukan pada kemandulan pria. Varikokel adalah varises (pelebaran vena) di dalam skrotum.
    Varikokel bisa menghalangi pengaliran darah dari testis dan mengurangi laju pembentukan sperma.
    d. Ejakulasi retrograd terjadi jika semen mengalir melawan arusnya, yaitu semen mengalir ke dalam kandung kemih dan bukan ke penis.
    Kelainan ini lebih sering ditemukan pada pria yang telah menjalani pembedahan panggul (terutama pengangkatan prostat) dan pria yang menderita diabetes.
    Ejakulasi retrograd juga bisa terjadi akibat kelainan fungsi saraf.
  2. Impotensi
  3. Kekurangan hormon
  4. Polusi lingkungan.
  5. Pembentukan jaringan parut akibat penyakit menular seksual.

40-50% kemandulan disebabkan oleh faktor wanita:

  1. Jaringan parut akibat penyakit menular seksual atau endometriosis.
  2. Disfungsi ovulasi (kelainan pada proses pelepasan sel telur oleh ovarium/sel telur).
    Ovulasi adalah pelepasan sel telur dari ovarium (indung telur).
    Ovulasi biasanya terjadi 14 hari sebelum menstruasi hari pertama.
    Sel telur yang dilepaskan ini siap dibuahi oleh sperma yang berasal dari pria.Jika seorang wanita memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur atau tidak mengalami menstruasi (amenore), maka dicari terlebih dahulu penyebabnya lalu dilakukan pengobatan untuk merangsang terjadinya ovulasi.
    Kadang ovulasi tidak terjadi akibat tidak dilepaskannya GnRH (donadotropin-releasing hormone) oleh hipotalamus.
  3. Kelainan hormon.
  4. Kekurangan gizi.
  5. Kista ovarium.
  6. Infeksi panggul.
  7. Tumor.
  8. Kelainan lendir servikal (lendir reher rahim).
    Lendir pada serviks bertindak sebagai penyaring yang menghalangi masuknya bakteri dari vagina ke dalam rahim. Lendir ini juga berfungsi memperpanjang kelangsungan hidup sperma.
    Lendir pada serviks adalah kental dan tidak dapat ditembus oleh sperma kecuali pada fase folikuler dari siklus menstruasi.
    Selama fase folikuler, terjadi peningkatan hormon estradiol sehingga lendir lebih jernih dan elastis dan bisa ditembus oleh sperma. Selanjutnya sperma menuju ke rahim lalu ke tuba falopii dan terjadilah pembuahan di tuba falopii.
  9. Kelainan sistem pengangkutan dari leher rahim ke tuba falopii (saluran telur).
  10. Kelainan pada tuba falopii.
    Bisa terjadi kelainan struktur maupun fungsi tuba falopii.
    Penyebab yang utama adalah:
    – Infeksi
    – Endometriosis
    – Pengikatan tuba pada tindakan sterilisasi.

Di bawah ini adalah beberapa penyebab umum ketidaksuburan pada wanita, yang sebagian besar berhubungan dengan masalah ovulasi :

1. Sindrom Ovarium Polikistik  (PCOS)
PCOS merupakan kondisi yang menyebabkan kelebihan produksi hormon androgen dan merupakan salah satu penyebab utama infertilitas pada perempuan. Ketidakseimbangan hormon yang disebabkan oleh PCOS menyebabkan masalah dengan ovulasi dan terganggunya siklus menstruasi. Kondisi ini juga sering dikaitkan dengan obesitas dan resistensi insulin.
2. Menopause dini
Menurut Mayo Clinic, menopause dini didefinisikan sebagai kekurangan atau hilangan menstruasi dan tanda awal habisnya folikel ovarium sebelum seorang wanita mencapai usia 40 tahun. Seorang perempuan dianggapmenopause dini jika fungsi ovarium (indung telur) dan menstruasi berhenti sebelum usia 40 tahun. Penyakit kekebalan tertentu atau bahkan terapi radiasi dapat memicu menopause dini pada perempuan.
3. Kerusakan pada saluran telur (tuba)
Ketika saluran tuba meradang, hal ini mungkin disebabkan karena adanya penyumbatan atau jaringan parut, yang pada gilirannya, menyebabkan infertilitas. Kerusakan tersebut umumnya disebabkan oleh infeksi penyakit menular seksual, terutama klamidia. Kasus-kasus lain yang dapat menyebabkan penyumbatan pada tuba  termasuk penyakit radang panggul, atau bekas operasi akibat kehamilan ektopik.
4. Endometriosis
Endometriosis adalah suatu kondisi dimana jaringan rahim tumbuh di luar rahim. Kondisi ini biasanya akan mempengaruhi indung telur, telur, saluran telur, rahim dan bahkan fungsi sperma. Dalam kasus endometriosis yang ringan, konsepsi masih mungkin terjadi karena tidak semua wanita akan mengalami infertilitas. Pada kasus ini, laparoskopi dapat digunakan untuk menghilangkan jaringan parut yang disebabkan oleh endometriosis untukmembantu pembuahan.
5. Ovarium jaringan parut
Faktor lain yang mempengaruhi ovulasi wanita adalah kerusakan fisik pada ovariumnya. Kerusakan tersebut dapat disebabkan oleh pembedahan akibat kista ovarium. Operasi konstan yang luas atau invasif dapat menyebabkan kerusakan jaringan parut ke titik di mana folikel ovarium tidak dapat lagi dewasa, akibatnya proses ovulasi menjadi tidak lengkap.
6. Adhesi pelvis Adhesi pelvis didefinisikan sebagai jaringan parut yang terbentuk setelah operasi panggul, usus buntu yang dapat mengganggu kesuburan. Adhesi pelvis dapat mengubah struktur saluran tuba, sehingga sulit untuk telurwanita melakukan perjalanan melalui saluran tersebut.
7. Masalah tiroidHipertiroidisme adalah suatu kondisi dimana kelenjar tiroid terlalu aktif. Sedangkan tiroid hipotiroidisme, merupakan kondisi yang disebabkan oleh tiroid kurang aktif. Keduanya dapat menyebabkan masalah infertilitas padawanita.8. Pengobatan Kanker
Memiliki kanker dan menjalani radioterapi atau bentuk lain pengobatan kanker dapat mengganggu fungsi dari sistem reproduksi pria atau wanita. Penelitian telah menunjukkan bahwa penurunan kesuburan seorang wanitasalah penyebabnya adalah efek samping dari radiasi. Namun kondisi ini juga tergantung dari bagian tubuh yang di sinari. Perempuan yang menjalani terapi radiasi harus membicarakan dengan dokter mereka tentang efek pengobatan yang mungkin akan memengaruhi kesuburan mereka.9. Obat-obatan tertentu dan lifestyle
Obat-obatan tertentu dapat menyebabkan infertilitas pada wanita. Tetapi dengan menghentikan konsumsi obat itu sepenuhnya, wanita masih mungkin untuk kembali menjadi subur seperti semula. Menggunakan obat-obatan, minum alkohol, merokok, makan tidak sehat dan kelebihan berat badan atau kekurangan berat badan, dan olahraga atletik berlebihan juga dapat menyebabkan infertilitas pada perempuan.10. Usia
Usia juga dianggap sebagai faktor umum terkait infertilitas pada perempuan. Perempuan di atas 40 tahun memiliki jumlah sel telur lebih rendah dan cenderung kurang sehat. Kemungkinan keguguran juga lebih tinggi padawanita yang usianya lebih tua.

Diperkirakan sebanyak 10-20% pasangan mengalami kemandulan.
Merupakan hal yang penting untuk tidak menunda kehamilan lebih dari 1 tahun; kemungkinan hamil pada pasangan yang sehat dan keduanya berusia dibawah 30 tahun serta melakukan hubungan seksual secara teratur adalah hanya sebesar 25-30%/bulan.
Puncak kesuburan seorang wanita adalah pada usia 20 tahunan; jika usia wanita diatas 30 tahun (terutama diatas 35 tahun), maka kemungkinan hamil adalah sebesar kurang dari 10%/bulan.
Selain faktor yang berhubungan dengan usia, resiko kemandulan juga meningkat pada:

  • Berganti-ganti pasangan seksual (karena meningkatkan resiko terjadi penyakit menular seksual)
  • Penyakit menular seksual
  • Pernah menderita penyakit peradangan panggul (setelah menderita penyakit ini, 10-15% wanita menjadi mandul)
  • Pernah menderita orkitis atau epididimitis (pria)
  • Gondongan (pria)
  • Varikokel (pria)
  • Pemaparan DES (dietil stilbestrol) (pria maupun wanita)
  • Siklus menstruasi anovulatoir
  • Endometriosis
  • Kelainan pada rahim (mioma) atau penyumbatan leher rahim
  • Penyakit menahun (misalnya diabetes).

GEJALA
Gejalanya berupa:

  • Tidak kunjung hamil
  • Reaksi emosional (baik pada istri, suami maupun keduanya) karena tidak memiliki anak.

Kemandulan sendiri tidak menyebabkan penyakit fisik, tetapi dampak psikisnya pada suami, istri maupun keduanya bisa sangat berat.
Pasangan tersebut mungkin akan menghadapi masalah pernikahan (termasuk perceraian), depresi dan kecemasan.

DIAGNOSA
Dilakukan pemeriksaan fisik dan pengumpulan riwayat kesehatan dari suami dan istri.
Pemeriksaan yang biasa dilakukan adalah:

  • Analisa semen untuk menilai volume dan kekentalan semen serta menilai jumlah, pergerakan, kecepatan pergerakan dan bentuk sperma.
    2-3 hari sebelum menjalani pemeriksaan ini, suami tidak boleh melakukan ejakulasi.
  • Pengukuran suhu tubuh basal.
    Setiap pagi, sebelum beranjak dari tempat tidur, dilakukan pengukuran suhu tubuh wanita, jika terjadi peningkatan sebesar 0,5-1? Celsius berarti sedang terjadi ovulasi.
  • Memperhatikan perubhan pada lendir servikal.
    Pada fase ovulatoir, lendir menjadi basah, elastis dan licin.
  • Postcoital test (PCT).
    PCT dilakukan untuk menilai interaksi antara sperma dan lendir servikal dengan cara menganalisa lendir servikal yang dikumpulkan dalam waktu 2-8 jam setelah melakukan hubungan seksual.
    Tes ini dilakukan pada pertengahan siklus menstruasi yaitu pada saat estradiol mencapai kadar tertinggi dan pada saat terjadi ovulasi.
    Dalam keadaan normal, lendir servikal adalah jernih dan bisa diregangkan sepanjang 7,6-10 cm tanpa terputus. Bila dilihat dengan mikroskop, lendir tampak seperti pohon pakis.
  • Kadar progesteron serum.
  • Biopsi endometrium
  • Biopsi testis (jarang dilakukan)
  • Kadar LH (luteinizing hormon) untuk memperkirakan saat ovulasi dan membantu menentukan waktu untuk melakukan hubungan seksual.
  • Progestin challenge
  • Kadar hormon pada suami dan istri.
  • Histerosalpingografi (HSG) untuk menilai sistem transport dari serviks melalui rahim sampai ke tuba falopii.
  • Histeroskopi.
  • Laparoskopi untuk melihat rongga panggul.
  • Pemeriksaan panggul (pada wanita) untuk menentukan adanya kista atau tidak.

Teknik Pembuahan

Setelah semua pengobatan lain gagal menghasilkan kehamilan, maka lebih banyak pasangan mandul yang beralih ke fertilisasi in vitro (bayi tabung).
Prosedur ini terdiri dari perangsangan ovarium, pemulihan pelepasan sel telur, pembuahan sel telur, penumbuhan embrio di laboratorium kemudian penanaman embrio pada rahim wanita.

Untuk merangsang ovarium sehingga banyak sel telur yang matang, diberikan kombinasi klomifen, HMG dan agonis GnRH (obat yang merangsang pelepasan gonadotropin oleh kelenjar hipofisa).

Dengan panduan USG, dimasukkan sebuah jarum melalui vagina atau perut ke dalam ovarium dan diambil beberapa sel telur dari folikelnya.
Di laboratorium, sel telur ditempatkan di dalam cawan pembiakan dan dibuahi oleh sperma pilihan (sperma yang paling aktif).
Setelah sekitar 40 jam, 3-4 embrio dipindahkan dari cawan biakan ke dalam rahim itu melalui vagina. Embrio lainnya bisa dibekukan dalam larutan nitrogen untuk cadangan bila tidak terjadi kehamilan.
Setiap kali sel telur yang telah dibuahi dimasukkan ke dalam rahim, peluang berkembangnya seorang bayi cukup bulan hanya sekitar 18-25%.

Jika penyebab kemandulan pada wanita tidak diketahui atau jika penyebabnya adalah endometriosis tetapi fungsi tuba falopiinya normal, maka dilakukan GIFT (gammete intrafallopian tube transfer).
Sel telur dan sperma pilihan diperoleh melalui prosedur yang sama dengan pada fertilisasi in vitro, tetapi sel telur tidak dibuahi di laboratorium.
Sel telur dan sperma dimasukkan ke dalam ujung tuba falopii melalui dinding perut (pada proses laparoskopi) atau melalui vagina (dipandu oleh USG), sehingga pembuahan terjadi di dalam tuba falopii.
Angka keberhasilan pada GIFT adalah sekitar 20-30%.

Variasi dari fertilisasi in vitro dan GIFT adalah pemindahan embrio yang lebih matang (zygote intrafallopian tube transfer), pemakaian sel telur dari donor dan pemindahan embrio yang telah dibekukan ke dalam rahim wanita lain.

PROGNOSIS

Sekitar 85-90% kasus, kemungkinan penyebabnya bisa diketahui.
Pengobatan yang tepat (tidak termasuk teknik modern seperti fertilisasi in vitro) memungkinkan terjadinya kehamilan pada 50-60% pasangan yang sebelumnya didiagnosis mengalami kemandulan.
Tanpa pengobatan, 15-20% kasus pada akhirnya akan mengalami kehamilan.

PENCEGAHAN
Kemandulan seringkali disebabkan oleh penyakit menular seksual, karena itu dianjurkan untuk menjalani perilaku seksual yang aman guna meminimalkan resiko kemandulan di masa yang akan datang.
Penyakit menular seksual yang paling sering menyebabkan kemandulan adalah gonore dan klamidia. Kedua penyakit ini pada awalnya mungkin tidak menunjukkan gejala dan gejala baru timbul setelah terjadinya penyakit peradangan panggul atau salpingitis. Peradangan menyebabkan pembentukan jaringan parut pada tuba falopii lalu terjadi penurunan kesuburan, kemandulan absolut atau kehamilan di luar kandungan.

Immunisasi gondongan telah terbukti mampu mencegah gondongan dan komplikasinya pada pria (orkitis).
Kemandulan akibat gondongan bisa dicegah dengan menjalani immunisasi gondongan.

Beberapa jenis alat kontrasepsi memiliki resiko kemandulan yang lebih tinggi (misalnya IUD). IUD tidak dianjurkan untuk dipakai pada wanita yang belum pernah memiliki anak

REKOMENDASI PENGOBATAN :

Minum Ou tea Untuk Mencapai Kesembuhan total

KESAKSIAN KESEMBUHAN SETELAH MINUM / MENGKONSUMSI OU TEA…

INGIN PUNYA ANAK 
Nama        : Lathifah Nur Handayani, S.Ag.
Tgl Lahir    : Boyolali, 19 Septemer 1969
Alamat      : Kraglan Kt 08/02 Mojosongo Boyolali
Telp          : 081329069724
Pekerjaan   : Guru

Saya seorang hamba Allah dan sebagai ibu rumah tangga yang sudah 3,5 tahun menikah. Saya berkeinginan untuk segera punya anak, tetapi Allah belum menghendaki. Suatu saat disarankan untuk minum Ou tea dan saya coba konsumsi kurang lebih sudah 6 bulan dan saya terus mohon pada Allah. Alhamdullilah pada bulan September pas hari ulang tahunku, saya sudah telat tidak haid lagi dan saya periksa ke bidan dan dites urin ternyata saya positif hamil, dan kami semua bahagia menerima anugerah Allah. Mudah-mudahan Allah selalu meridoi dan menjadikan anak saya yang masih dalam kandungan 2 bulan ini, nanti akan menjadi anak yang sholeh atau sholekhah berbakti pada agama, nusa dan bangsa. Amin

BULANAN TIDAK LANCAR
Nama        : Sulastri
Tgl lahir     : Madiun, 17 Agustus 1977
Alamat       : Kare Rt 17, Rw 04 Kec Kare Madiun
Telp          : 085235343519
Pekerjaan   : Ibu rumah tangga

Pada bulan Maret 2005, saya menalami bulanan sampai kurang lebih 6 bulan berturut-turut.tidak berhenti. Pada bulan Agustus, suami saya dikenalkan Ou tea oleh salah satu temannya. Ketika suami saya menganjurkan untuk minum Ou tea, saya masih ragu-ragu karena kandungan saya sudah dinyatakan lemah dan tidak dapat mempunyai keturunan. Tapi saya coba meminumnya 1 gram untuk 3X  minum setelah makan. Setelah saya minum secara rutin ternyata perubahannya berangsur-angsur membaik. Karena keinginan saya ingin cepat sembuh, saya menambah denga satu hari 2 gram setelah makan. Setelah 10 hari saya merasakan kedasyatan Ou tea, pendarahan saya berhenti. Setelah itu saya perisa ke bidan tentang kandungan saya, ternyata  saya dinyatakan normal seperti wanita lain yang dapat mempunyai keturunan. Saya ucapkan terima kasih pada Tuhan, Ou tea dan suami saya yang sudah memperkenalkan Ou tea pada saya. Sekarang suami saya juga menjalankan bisnis Ou tea dan hasilnya juga dahsyat!!! Smoga Ou tea tetap jaya selamanya!!! Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s