Ini tentang Zhuge Liang, yang kamu ketahui sedikit kisahnya di film Red Cliff (Tebing Merah). Sungguh! Ya ampun, banyak orang yang mengidolakannya di lingkungan saya. Beberapa bahkan menonton film itu berulangkali sampai hafal dialog-dialognya. Sehingga saya bingung harus memulainya darimana.

Zhuge Liang adalah ahli strategi militer Tiongkok yang terkenal di masa Tiga Kerajaan (220–280 AD).  Dan menjabat sebagai perdana menteri Shu Han, di bawah kekaisaran Liu Bei. Nama lengkapnya  Zhuge Kongming.  Julukan yang melekat pada dirinya adalah Sleeping Dragon, atau Naga Tidur. Dalam lukisan-lukisan acapkali ditemukan dia sedang memegang kipas yang terbuat dari bulu burung Bangau.

Barangkali karakter Zhuge Liang yang jenius di banyak hal, karena gambaran dari Roman Sangkok, karya sastra klasik Tiongkok. Penulisnya Luo Guan-zhong yang hidup pada zaman Ming (abad 15). Tidak jelas kebenaran tentang kejeniusannya itu. Sehingga saya akan bercerita tentang apa yang saya dapatkan.

Berikut saya ambil langsung dari sebuah blog yang berisi sejarah klasik Tiongkok.

Benteng-kota, Xicheng, yang dijaga Zhuge Liang berada dalam bahaya karena semua pasukan telah dikirim keluar untuk sebuah pertempuran, sehingga hanya menyisakan sedikit pasukan untuk menjaga benteng kota, sementara pasukan Sima Yi dari kerajaan Wei dengan kekuatan 150.000 prajurit hendak menyerang Xicheng untuk menangkap Zhuge Liang.

Zhuge liang segera memerintahkan semua bendera dan panji disembunyikan serta semua prajurit tetap berada di tempat. Dia juga memerintahkan agar keempat pintu gerbang benteng dibuka semua, dengan beberapa orang prajurit yang berpakaian sipil membersihkan jalan di depan gerbang dengan sapu. Dan dia duduk di atas platform benteng ditemani dua anak kecil dan memainkan sitarnya dengan tenang sambil menghirup teh.

Ketika Sima Yi dengan pasukannya tiba di depan benteng-kota tersebut, dia sangat kebingungan. Sepengetahuan dia, Zhuge Liang adalah ahli strategi militer yang sangat berhati-hati dan jarang mengambil resiko. Sima Yi telah menyaksikan berbagai penyergapan efektif dan tipuan-tipuan yang dibuat oleh Zhuge Liang sebelumnya. Disuguhi pemandangan aneh seperti ini, Sima Yi menjadi sangat curiga dan berpikir bahwa jika ia dan pasukannya masuk ke dalam gerbang tersebut akan ada perangkap yang menunggu. Maka ia memutuskan untuk mundur, sekalipun ditentang oleh anaknya, Sima Zhao.

Sebenarnya, strategi kota kosong pernah digunakan oleh Liu BoWen Sebelumnya. Di zaman sebelum SangKok. Tapi perlu kamu catat, strategi ini tidak bisa digunakan sembarangan, butuh perhitungan yang sangat teliti, terutama “Kenalilah diri anda dan musuh anda maka anda akan menang di 100 pertempuran”. Strategi yang sangat beresiko, jika ketahuan habislah. Sebab strategi ini tanpa pertahanan.

Strategi ini bisa digunakan oleh Zhuge Liang karena musuhnya adalah Sima Yi. Sima Yi orangnya sangat teliti dan hati-hati. Sedangkan dalam pikiran Sima Yi, Zhuge Liang adalah seorang yang jago siasat. Dan itu sudah diperhitungkan oleh Zhuge Liang.
Cerdik, bukan? Bagaimana pendapatmu tentang kisah itu?

Dia menulis “Surat kepada Putra” yang ditujukan kepada putranya,  Zhuge Qiao.

Berikut isi surat yang ditulis oleh Zhuge Liang kepada putrnya :


“Surat untuk Putra” dari Zhuge Liang

Perilaku orang-orang yang memiliki kemampuan dan penuh dengan integritas tergantung pada perasaan paling dalam mereka, termasuk mempunyai ketenangan jiwa serta kemampuan memusatkan dan menyeimbangkan energi seseorang.
Seseorang perlu mengultivasi jiwa dan raga, yang memerlukan seseorang agar memerhatikan prilakunya serta rajin. Jika seseorang tidak memandang nama dan keuntungan duniawi secara ringan, dia tidak akan dapat mengetahui dengan jelas tujuannya.
Jika pikiran seseorang tidak tenang, dia tidak dapat menyadari standar yang luas. Apa yang dipelajari seseorang harus diserap sepenuhnya, dan untuk mengembangkan bakatnya ia harus belajar dengan berjerih payah.
Jika seseorang  tidak belajar dengan tekun, kemampuan dan kebijaksanaannya tidak dapat tumbuh. Jika seseorang tidak jelas akan tujuannya, ia tidak akan dapat mencapainya, bahkan melalui belajar sekalipun.
Jika seseorang  mengejar kenyamanan dan memiliki sikap malas dan ceroboh, dia tidak bisa membangkitkan semangatnya. Jika bersikap sembrono dan pemarah, seseorang tidak dapat menempa wataknya.
Kemudian, seiring masa mudanya berlalu dan keinginannya kian memudar, maka dia akhirnya akan berubah menjadi pribadi yang tidak memperoleh apa pun. Pada akhirnya, seseorang tidak akan berguna bagi masyarakat. Pada saat itulah, tidak akan ada lagi yang tersisa baginya untuk dilakukan, di luar yang tersisa dalam dunianya sendiri yang sempit dan kecil, memikirkan dengan kepedihan apa yang telah hilang.

“Surat kepada Keponakan” dari Zhuge Liang

Seorang harus memiliki cita-cita yang mulia dan agung, mengagumi orang mulia tempo dulu, melenyapkan nafsu dan melepaskan semua rintangan yang menghalangi kemajuan seseorang. Hanya dengan cara ini seseorang dapat mencapai cita-citanya dan secara sejati berubah dari dalam.

Seseorang harus mampu beradaptasi dengan situasi tertentu, mengabaikan bentuk permukaan, mendengarkan orang lain dan menghilangkan kecurigaan serta melenyapkan sikap kikir. Dengan mengikuti kebijakan seperti itu, sekalipun seseorang menderita kemunduran, ia tidak akan merusak pengaturan dan minatnya. Maka, seseorang tidak perlu mengkhawatirkan bagaimana mencapai tujuannya.

Jika seseorang tidak teguh dan tegas, semangatnya tidak tulus dan dia tidak akan berhasil, menyerah pada arus masa kini, masih tetap tidak sadar jernih dan terbelenggu oleh nafsu. Orang seperti itu pasti akan menjadi manusia biasa, atau bahkan lebih buruk lagi, untuk selamanya.

Dari sekian banyak kitab, kunci sukses tersebut terdapat dalam sebuah surat yang telah berusia lebih dari 1800 tahun silam. Surat tersebut merupakan pesan dari Zhuge Liang, seorang pakar perang dan kemiliteran ternama pada masa San Guo (Sam Kok) yang intinya menunjukkan kekuatan manusia agar sukses selamanya. Dengan memaksimalkan kekuatan tersebut, Anda pun akan bisa mencapai sukses yang luar biasa. Berikut adalah beberapa kekuatan dalam surat tersebut.

Kekuatan Keheningan

Intinya, kekuatan ini akan membawa suasana hening yang membantu Anda melakukan introspeksi diri. Sehingga, dalam keheningan tersebut Anda dapat menelusuri apa sebenarnya visi dan misi hidup untuk meraih sukses.

Kekuatan Hidup Hemat
Menurut Zhuge Liang, hidup sederhana membentuk diri menjadi manusia yang lebih bermoral. Untuk sukses, ia menyarankan agar jangan sampai terjebak dalam tumpukan utang.

Kekuatan Membuat Perencanaan
Dalam surat-surat itu, Zhuge Liang menegaskan tentang pentingnya merencanakan hidup. Dengan melakukan perencanaan yang baik, Anda dapat menempatkan prioritas dengan baik untuk mencapai sukses yang diinginkan.

Kekuatan Belajar
Zhuge Liang meyakini bahwa kemampuan manusia bukan berasal dari pembawaan sejak lahir, melainkan merupakan hasil dari proses pembelajaran yang dilakukan dengan konsisten. Oleh sebab itu ia menyarankan agar Anda tak pernah berhenti belajar sampai kapan pun.

Kekuatan Nilai Tambah
Inti dari pesan Zhuge Liang di sini adalah agar Anda mau memberikan nilai tambah atau  ekstra terhadap apa yang dibutuhkan orang lain. Sehingga, orang akan senang, merasa tersanjung, dan terpesona. Tak heran jika selanjutnya mereka ingin selalu menjalin hubungan yang baik dan menguntungkan bagi Anda.

Kekuatan Kecepatan

Zhuge Liang menekankan agar sukses orang tak boleh menunda-nunda pekerjaan karena penundaan artinya menghambat usaha mencapai visi dan misi secepat mungkin. Ia menegaskan agar kita menjalankan segala sesuatu dengan efektif dan mempertimbangkan efisiensi waktu.

Kekuatan Karakter
Meski harus cepat, namun Zhuge Liang juga memberikan nasihat agar Anda tidak bersikap tergesa-gesa, sebab segala sesuatu memerlukan proses. Proses inilah yang akan membentuk sebuah karakter utuh untuk mencapai sukses yang diinginkan.

Kekuatan Waktu
Zhuge Liang mengingatkan bahwa waktu berlalu sangat cepat. Karena itu,  lakukan manajemen waktu dengan baik, jangan pernah menyia-nyiakan waktu dengan melakukan aktifvitas yang kurang bermanfaat.

Kekuatan Imaginasi 
Zhuge Liang memberikan nasehat supaya berpikir jauh ke depan, agar tidak tertinggal oleh zaman yang terus berkembang. Ia bahkan menekankan bahwa imajinasi tentang masa depan bahkan lebih kuat dari pengetahuan.

Kekuatan Kesederhanaan

Zhuge Liang mencontohkan kekuatan kesederhanaan dengan menuliskan pesan-pesan singkat dan mudah dimengerti dalam suratnya. Ia menuliskan teori sederhana dan tidak muluk-muluk, namun kebijaksanaan hidup tersebut mampu bertahan hingga kini.

Begitulah, pesan Zhuge Liang bertahan hingga melintasi batas zaman. Kini, tinggal bagaimana Anda memaksimalkannya untuk meraih sukses pada bidang yang Anda geluti sekarang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s