Ini yang saya rasakan, entah anda setuju atau tidak. Rejeki terduga itu letaknya dipikiran, perlu dipikir dan direncanakan, setelah terencana baru jasmani dan seluruh awak tubuh yang ada didalamnya bergerak sesuai dengan apa yang direncanakan. Rejeki yang kita rencanakan dalam hal ini rejeki yang samar atau dengan kata lain agak kelihatan atau juga dengan bahasa terkini transparan bersarang di otak kita. namun demikian meskipun telah matang dipikiran ada saja halangan didepannya kecuali ikhtiar kita sudah menemukan sumber rejeki itu sendiri. Demikian juga dengan rejeki tak terduga/samar-samar letaknya ada di hati, ia harus ditanamkan di hati agar rejeki tak terduga atau samar-samar itu dapat terwujud. Rejeki tak terduga atau smar-samar perlu ikhtiar batin dengan berbagai cara atau metode yang telah ditemukan baik melalui tirakat/puasa ataupun mengamalkan amalan-amalan yang kita yakini akan mendapatkan rejeki secara samar.

Banyak sebagian kita yang salah mengartikan tentang ini baik rejeki tak terduga/rejeki samar menjadi nyata maupun rejeki samar-samar. Orang yang tidak sukses atau hidupnya gitu-gitu saja seringkali membuat pembenaran bahwa rejeki itu sudah ada yang ngatur sehingga dia tidak perlu bersusah payah bekerja/berusaha ataupun ikhtiar secara batin. Padahal menurut saya rejeki itu dibagi menjadi tigaYang pertama, rejeki yang sudah pasti. Yang kedua rejeki yang masih mengambang dan yang ketiga atau yang terakhir adalah rejeki yang perlu diusahakan.

Masalahnya kita tidak tahu berapa besarnya porsi-porsi dari ketiga rejeki tersebut. namun banyak orang yang mengira bahwa rejeki otomatis diberikan oleh-Nya tanpa berusaha. Memang ada yang seperti itu, tapi mana kita tahu bahwa itu akan terjadi pada kita, kalau tidak dengan ihktiar secara batiniah atau secara kerohanian.

Manusia tidak tahu seberapa besar porsi rejeki nomer 1, 2, ataupun 3. Maka kitalah yang mengubah nasib kita sendiri, Dialah yang menentukan dan mengaturnya untuk kita. Adapun yang terjadi malah sebaliknya khususnya di Barat. Orang terlalu memakai pikirannya untuk mencari rejeki namun mereka lupa akan kekuatan hati atau batin. Banyak orang di Barat tidak mempercayai kekuatan rejeki tak terduga. Padahal sering rejeki tak terduga ini jumlahnya berkali-kali lipat dibanding rejeki terduga. Secar kualitas dan kuantitas, rejeki tak terduga seringkali menang jika dibandingkan dengan rejeki terduga, dapat disimpulkan rejeki tak terduga menarik rejeki itu sendiri pada orang lain agar memberikan sesuatu, misal job pekerjaan secara mendadak, atau memberikan order bisnis yang besar secara tidak sengaja yang diberi oleh orang lain, teman atau saudara yang memberikan modal bisnis secara cuma-Cuma ataupun secara diberi pinjaman untuk mengembangkan usaha, akan tetapi jangan berprasangka buruk, ketertarikan orang lain memberikan modal bukan karena si penerima rejeki samar tersebut mempengaruhi pikiran orang dengan ilmu hipnotis tetapi ini murni ikhtiar secara batiniah dengan cara mendekatkan diri kepada Allah swt, melalui orang itulah Allah memberikan rejeki. Saya rasa semua ada perantaranya bila masih berhubungan dengan dunia, jangan terlalu dini mengatakan musyrik kalau orang lain memberikan sesuatu itu hakekatnya pemberian Allah semata kepada hambaNya yang mendekat/ikhtiar batiniah. Tentu saja semua itu ada korelasinya penyambungan signal dariNya yang menyambungkan kepada si pemberi rejeki dan si penerima rejeki.

Hukum alam adalah hukum keseimbangan, semua diupayakan untuk berjalan harmoni. Antara hati dan pikiran, antara yang satu dengan yang lainnya. Atara golongan satu dengan golongan yang lain, antara manusia satu dengan manusia yang lain. Keseimbangan alam dan keseimbangan manusia sudah dibentuk olehNya serasi dan harmoni.

Berapa Penghasilan Anda bulan ini? Berapa penghasilan Anda bulan depan? Apakah Anda bisa menebaknya secara akurat?

Profesor Didin Hafidhuddin berkata, “Orang-orang yang imannya kuat rezekinya akan datang dari arah yang tak terduga-duga. Jadi bila kita masih bisa menebak rezeki yang datang kepada kita secara akurat, itu berarti kita perlu segera meng-upgrade keimanan kita.”

Ingatlah rezeki itu misteri, yang tahu persis cara kerjanya tentu hanya Sang Maha Pemberi Rezeki. Dia memberi tahu melalui kitabnya bahwa rezeki akan datang berlimpah justeru ketika kita banyak memberi.

Sekarang coba Anda jawab pertanyaan ini, “Sebutkan tiga pengeluaran utama dari penghasilan Anda?” Adakah alokasi   memberi untuk orang lain yang benar-benar membutuhkan? Atau semua digunakan untuk memuaskan keinginan pribadi?

Mungkin sebagian Anda ada yang berkata, “Untuk diri sendiri saja susah kok harus ngasih orang lain.” Ya, itu logika kita. Padahal rezeki datang dan perginya sering tidak pakai logika. Maka tak usah heran bila ada tukang becak bisa menyekolahkan anaknya hingga menjadi dokter di Jogyakarta. Tetapi banyak juga kita temui orang yang sudah bekerja ngos-ngosan hasilnya hanya pas-pasan dan sibuk membayar berbagai tagihan.

Rezeki juga akan datang tanpa diduga bila kita memperbaiki hubungan dengan sesama. Menambah sahabat dan saudara serta menyambungkan tali persaudaraan dengan saudara yang memutuskannya. Hubungan dengan sesama yang paling utama tentunya dengan orang tua kita. Perbaikilah hubungan Anda dengan mereka dan jadikan mereka sebagai prioritas untuk Anda bahagiakan.

Hubungan baik dengan orang tua bukan hanya sekedar mencium tangan dan tinggal satu rumah bersama mereka. Membuat mereka bangga memiliki anak seperti Anda juga termasuk membina hubungan baik dengan orang tua. Selalu mendoakan pada setiap kesempatan, mendengarkan dan menghormati semua pendapatnya juga wujud hormat kepada mereka.

Percayalah, mendapat rezeki dari arah yang tak diduga-duga itu mengasyikkan dan membuat hidup semakin hidup. Selamat berlomba melakukan berbagai aktivitas yang menyebabkan rezeki datang tanpa diduga-duga.

Pun, antara rejeki tak terduga dan terduga disinilah mengandung nilai tafakur dan perenungan letak konsep logika hati, mengharmonikan hal-hal tersebut. ada kata-kata bijak 9 dri 10 pintu rejeki ada pada perniagaan? Sebuah pernyataan yang indah. 9 dari 10 pintu? Timbul pertanyaan lalu apa kuncinya? Saya menjawabnya ada 3 kunci disana yang letaknya pada hati. Kunci-kunci inilah yang akan menyibak tabir rahasia antara manusia dengan Sang Pencipta.

Runtutannya kurang lebihnya seperti ini untuk mengharmonikan keduanya, Niat (hati)—mencari cara (pikiran)—tindakan (harmonisasi)—pasrah (hati)—hasil dan sukur(hati). Dalam runtutannya, hati mempunyai peran lebih dibandingkan dengan pikiran. Berawal dari hati (niat), berakhir pun dengan hati (sukur).

Kesalahan kita adalah meletakkan niat pasrah terlalu dekat. Niat no.1 kemudian langsung dilanjutkan dengan pasrah ini, meloncatnya langsung anak tangga yang mana kaki belum bisa menggapai tangga yang ketiga langsung. Semestinya urutannya adalah niat—ikhtiar batin yang ada dihati melalui doa atau amalan-amalan sesuatu yang diyakini mendatangkan rejeki—prihatin/puasa termasuk dalam ikhtiar batin—lalu tindakan yang harus mewujudkan niat itu sendiri, kalau toh itu semua sudah diikhtiarkan atau dilakukan belum berwujud maka “PASRAH” jalan terakhir yang dilakukan.Dengan pasrah ini apa ikhtiar sudah berhenti…?? Tentu saja belum, masih ada seribu cara untuk ikhtiar danbelum saatnya untuk kita pasrah setelah niat. Ibarat lampu lalu lintas, niat yang baik apabila kita meminta pengiriman signal lampu hijau atau merah pada-Nya, maka akan ditunjukkan jalannya. Jika hijau, jalannya kan dibuka. Kita boleh jalan. Justru jangan berhenti karena akan meneyebabkan kemacetan, kalau sudah waktunya ditunjukkan hijau olehNya maka kita diwajibkan untuk berjalan terus!!

Jika merah, jalannya akan ditutup. Berhenti, jika perlu mundur. Ambil jalan lain. Temukan persimpangan lain dan lihat warna apa yang menyala di sana. Langgarlah lampu merah maka segalanya kan menjadi kacau. Ada yang lucu lagi, sudah diberi lampu hijau namun dia tetap berhenti. Tidak mau jalan. sampai dipersimpangan lampu berikutnya, diberi lampu hijau lagi. Sayangnya, lagi-lagi dia tidak mengerti kalau lampunya hijau, maka itu dinamakan signalnya diotak dan dihati masih tulalit denganNya. Dia terlalu takut untuk berjalan. Makanya, hijau atau merah….bagi orang yang satu ini semuanya merah jika ia takut, was-was untuk berjalan apalagi perasaan malas menyelimuti semuanya. Meskipun saya bukan orang yang sukses namun saya berusaha untuk bisa bersyukur atas semua karuniaNya. Semoga tulisan singkat ini bermanfaat untuk semua. Wassalam

Download Hadits Digital……………………….……….…….…….Klik Disini

Download Al-Qur’an Digital………………….…….………………Klik Disini

Membuka Password Download : triagung86

LAYANAN INFORMASI KESEHATAN DAN BISNIS ONLINE 

INFORMASI KESEHATAN KLIK LINK DI BAWAH INI :

  1. Panduan Cara Cepat Untuk Hamil
  2. Panduan Tes Psikologi No.1 Di Indonesia

INFORMASI BISNIS ONLINE KLIK LINK DI BAWAH INI :

  1. Jurus Cerdas Berinvestasi Berkebun Emas
  2. Cara Cerdas Beli Properti Tanpa Modal Sendiri
  3. Cara Cepat Membuat Blog WordPress Untuk Pemula
  4. Cara Cepat Membuat Website
  5. Affiliate Site Blueprint Home Study Course
  6. Rahasia Mendapatkan Keuntungan Dari Forex Trader
  7. Rahasia Mengeruk Dollar Amazon dan Google Adsense
  8. Memulai Bisnis Online Dengan Modal Kecil

MEMBUKA PASSWORD Memulai Bisnis Online Dengan Modal Kecil 

Copy paste : triagung86

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s