247895_146463562162756_1165190111_n

Saat kau telah mencoba semua dan tak tahu harus berbuat apa lagi. Allah memiliki jalan keluarnya. Ketika semuanya tak masuk akal dan engkau bingung atau frustasi. Allah memiliki jawabannya. Saat tiba-tiba hidupmu cerah dan kau temukan secercah harapan. Allah telah berbisik kepadamu. Ketika semuanya berjalan lancar dan banyak yang harus kau syukuri. Allah telah memberkahimu. Saat kegembiraan datang dan engkau merasa terpesona. Allah tersenyum kepadamu. Ketika kau punya cita-cita dan mimpi untuk diwujudkan. Allah telah membuka matamu dan memanggil namamu. 

INGATLAH, DIMANAPUN ENGKAU dan APAPUN YANG KAU HADAPI 

ALLAH MAHA MENGETAHUI !

AMALAN SPIRITUAL :

  1. Shalat Fardhu 5 Waktu
  2. Kesaksian Setelah Shalat Tahajud
  3. Menarik Rezeki Dengan Shalat Dhuha
  4. Keistimewaan Puasa daud
  5. Hakekat dan 73 Manfaat Dzikir Bagi Manusia
  6. Matematika Sedekah
  7. Tawakal
  8. Riset : Makin Bersyukur Makin Sehat!
  9. Cara Cepat Dapet Rezeki, Uang, Jodoh, Suami, Pacar, Teman, Anak, Pekerjaan, Duit Modal, Rumah, Mobil, dll Secara Islami
  10. Rezeki Transparan atau Samar-Samar
  11. Inti Kekuatan Bathin
  12. Cara Membangkitkan Indera Ke-6
  13. Cara Melatih Telepati
  14. Cara Melatih Intuisi Dengan Teknik Visualisasi
  15. Sang Kyai dan Ilmu Putih
  16. Belajar Ilmu Supranatural Boleh Asal Waspada
  17. Khodam Pembantu Dari Dimensi Gaib

Artikel Lain :

  1. Kaya Itu Wajib
  2. Aqidah Singkronkan Syahadatain dalam Hati, Lisan Dan Perbuatan Kita
  3. Falsafah, Makna, dan Prinsip Ibadah
  4. Berdiri Di atas Takdir 
  5. 10 Hal Penyebab Sial
  6. Surga Derajad Rendah 15
  7. Cara Membuktikan Allah Nyata

Rasulullah SAW pernah mengingatkan para sahabat akan pentingnya mengedepankan fungsi hati sebagai raja bagi kehidupan.

Apabila kita menjadikan akal kita sebagai raja dan hati menjadi pengawalnya, maka tunggulah kehancuran hidup kita. Hati kita akan tertutup dengan bercak hitam sehingga kita tidak mampu mengenal Allah. Akal menjadi raja untuk diri kita karena kita membiasakan diri menilai kebahagiaan hidup hanya melalui apa yang dirasakan di dunia ini saja. Yang dilihat oleh mata, didengar oleh telinga, dirasakan oleh lidah dan kulit, semuanya diinterpretasikan di otak (akal). Sehingga kitapun lebih memercayai rasio, logika dan nalar kita untuk mengukur kebahagiaan hidup. Pola ini akan membawa kita pada pola hidup yang mengandalkan akal dan mengesampingkan hati nurani. Banyak orang yang pintar dan cerdas dalam menguasai suatu ilmu namun kering akan ruhani ketuhanan. Mereka tidak mampu melihat sesuatu yang metafisik, sesuatu dibalik segala ciptaan yang tak terbatas. Mereka akhirnya juga tidak mampu mereguk nikmatnya ibadah dan tidak mampu merasakan kehadiran Allah SWT.

BACK HOME

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s